Tuesday, April 29, 2014

Pertanyaan Seputar Masalah Kehamilan – Bagian 5

seputar masalah kehamilan
Berikut ini adalah rangkuman beberapa pertanyaan seputar masalah kehamilan yang sangat sering dijumpai di masyarakat kita.

 

 

Bagaimana Prosedur Mencukur Bulu Kaki Pada Ibu Hamil ?

 

Terkadang perubahan hormon sepanjang kehamilan dapat mempengaruhi pertumbuhan rambut. Wajar saja jika ibu merasa bulu kaki menjadi lebih cepat panjang dan lebat. Bagi ibu hamil, mencukur bulu kaki tentunya bukanlah sesuatu hal yang mudah. Ada beberapa tips yang dapat dilakukan :
  1. Pilihlah alat pencukur yang tajam agar tidak melukai kaki ibu.
  2. Minta bantuan suami untuk mencukur bulu kaki ibu.
  3. Jangan mencukur bulu kaki di kamar mandi karena licin dan mudah menyebabkan ibu tergelincir.
  4. Ibu bisa juga pergi ke salon dan meminta jasa profesional untuk melakukannya. Bila ingin menggunakan lilin, pastikan kulit ibu tidak sedang sensitif karena rawan terjadi luka.

 

 

Apakah Risiko Dari Kegemukan Pada Wanita Hamil ?

 

Apakah ibu memiliki kelebihan berat badan? Bila ya, mohon patuhi semua anjuran dokter agar ibu dapat memperoleh berat badan yang normal. Terutama saat trimester kedua dan ketiga karena pada kedua trimester ini, ibu sudah merasa lebih nyaman sehingga sering mengkonsumsi makanan secara berlebihan.

Mengapa wanita hamil harus menjaga berat badannya agar tidak berlebih? Perlu diketahui, berat badan yang berlebihan meningkatkan risiko perdarahan saat persalinan, sebabnya, proses pembekuan darah pada wanita hamil umumnya kurang berfungsi optimal. Gangguan pada pembekuan darah akibat dari kondisi pembuluh darah yang tidak ideal ini diakibatkan oleh penumpukan lemak ataupun timbunan kolesterol.

 

 

Apakah Manfaat USG Pada Ibu Hamil ?

 

Ultra Sonografi (USG) adalah suatu metode untuk mengobservasi keadaan bayi dan kandungan dari rahim ibu hamil. USG dilakukan pada tiga bulan pertama saat kandung kemih penuh agar rahim terangkat naik dan bisa dilihat jelas di layar komputer. Ada beberapa manfaat USG :
  1. Mengetahui usia kehamilan dengan menggunakan ukuran tubuh fetus, sehingga tanggal perkiraan persalinan dapat ditentukan dengan mudah.
  2. Mengetahui pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan.
  3. Mendeteksi lokasi dan ukuran plasenta, apakah menimbulkan masalah atau tidak.
  4. Memeriksa kelainan letak janin dan kemungkinan kelainan pada janin seperti : hidrosefalus, anesefali, sumbing, kelainan jantung, kelainan kromosom (Down’s Syndrome), dan lain-lain.
  5. Untuk memastikan, apakah ada 1 atau lebih fetus di rahim (hamil kembar atau bukan).

 

 

Bagaimana Mengatasi Rasa Mual Dengan Jahe Pada Ibu Hamil ?

 

Jahe dapat mengatasi mual yang sering dirasakan di awal kehamilan. Coba saja ibu minum air rebusan jahe yang hangat dan rasakan manfaatnya.

Jahe mudah didapat karena sering digunakan sebagai bumbu dalam masakan sehari-hari. Menurut Dr. Kathi J. Kemper, dari Longwood Herbal Task Force, jahe mengandung minyak volatile yang dapat meringankan mual pagi hari dan mabuk serta mual akibat kemoterapi dan anestesi. Jahe juga mengandung sejumlah besar anti-oksidan zingerone yang dapat melindungi jaringan tubuh dari kerusakan oksidasi.

Untuk membuat minuman sari jahe yang segar, ambil 1 ruas jari jahe, memarkan dan bakar di atas api kecil sebentar. Kemudian, rebus jahe dalam 1,5 gelas air dan tambahkan dengan gula aren secukupnya. Rebus hingga airnya tinggal 1 gelas. Minumlah selagi hangat.

 

 

Bagaimana Mengatasi Wasir Pada Ibu Hamil ?

 

Wasir adalah pelebaran pembuluh darah balik (vena) akibat adanya pembendungan pada bagian atas dubur yang sering pula disebut varises. Sebagian ibu hamil mengalami wasir akibat pembendungan darah balik di bagian perut oleh janin. Bagi ibu yang sebelum kehamilannya telah menderita wasir, dapat kambuh kembali. Bahkan, sewaktu proses persalinan, wasir bisa jadi akan semakin membesar. Untuk mengatasi wasir saat hamil, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan :
  1. Buang air besar secara rutin pada pagi hari.
  2. Hindari mengejan yang berlebihan ketika BAB. Dengan tidak mengejan, maka pembengkakan maupun peradangan pada pembuluh-pembuluh darah di daerah anus bisa diperkecil.
  3. Kurang tekanan pada perut ibu dengan berbaring miring ke kiri saat tidur.
  4. Hindari duduk dan berdiri terlalu lama.
  5. Banyak mengkonsumsi makanan berserat, seperti buah-buahan dan sayuran.
  6. Minum cairan sedikitnya 2 liter dalam sehari.
  7. Konsumsi yoghurt atau susu fermentasi yang mengandung bakteri baik untuk merangsang kerja usus agar lebih aktif.
  8. Lakukan renang atau olahraga ringan, seperti jalan kaki yang sesuai dengan kondisi ibu hamil. Gerakan yang ibu lakukan ini diharapkan dapat membantu otot-otot di saluran pencernaan untuk bergerak mendorong sisa makanan ke saluran pencernaan dan mencegah wasir.

 

 

Bagaimana Mencegah Sesak Napas Pada Ibu Hamil ?

 

Rahim yang semakin membesar dapat menekan diafragma dan mendesak paru-paru sehingga mengakibatkan ibu merasa kesulitan untuk menarik napas panjang. Tak heran bila ibu mengeluhkan sesak napas di trimester akhir. Agar napas tak bertambah sesak, hindari duduk bersandar atau membungkuk, tidur dalam posisi setengah duduk. Sebaliknya, selalulah duduk atau berdiri dalam posisi tegak agar ibu bisa bernapas lega.

 

 

Bagaimana Mencegah Ngompol Pada Ibu Hamil ?

 

Berkemih tidak sengaja sering dialami pada trimester akhir. Biasanya ketika sedang tertawa terbahak-bahak, batuk atau bersin. Rahim yang membesar akan menekan kandung kemih sehingga ibu sering mengompol tak disengaja. Mengatasinya mudah saja, cukup lakukan latihan kegel yang bermanfaat menguatkan otot-otot panggul untuk persalinan dan pemulihan pasca lahir. Caranya, tarik napas, kerutkan otot-otot di sekitar vagina seperti sedang menahan pipis, tahan hingga hitungan kelima, kemudian lepaskan sambil membuang napas. Ulangi gerakan ini sebanyak 8 kali.

 

 

Apa Tindakan Yang Harus Dilakukan Jika Terjadi Keputihan Pada Ibu Hamil ?

 

Keputihan bisa jadi pertanda masalah kesehatan yang serius, demikian pula pada ibu hamil. Bahkan, bisa membawa pengaruh buruk pada proses kelahiran dan menyebabkan gangguan kesehatan si calon bayi. Ada beberapa dampak yang dapat timbul ketika ibu mengalami keputihan saat hamil. Di antaranya : menyebabkan persalinan prematur, ketuban pecah sebelum waktunya, serta kelahiran bayi dengan berat lahir rendah (kurang dari 2500 gram). Itu sebabnya, ibu hamil sangat dianjurkan agar segera melakukan pemeriksaan kehamilan tatkala mendapati dirinya mengalami keputihan.

 

 

Apakah Normal Berat Badan Ibu Hamil Naik Drastis Pada Kehamilan Kembar ?

 

Kehamilan kembar memang membutuhkan energi lebih banyak daripada kehamilan tunggal. Tambahan energi ini dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, plasenta, cadangan lemak, serta perubahan metabolisme. Pada kehamilan kembar, tambahannya mencapai 10%-15% kalori atau sekitar 600 kalori per hari. Meski terjadi peningkatan, sebaiknya ibu tetap menjaga kenaikan berat badannya agar tidak berlebihan. Kenaikan berat badan yang disarankan sepanjang kehamilan untuk kehamilan kembar adalah 16-20,5 kilogram.

 

 

Bahan Baju Apa Yang Cocok Bagi Wanita Hamil ?

 

Perubahan hormonal saat hamil menjadikan tubuh ibu lebih banyak memproduksi keringat. Selain juga, metabolisme tubuh yang meningkat menyebabkan tubuh ibu lebih hangat. Agar ibu tetap merasa nyaman disarankan menggunakan busana berbahan katun atau kaus  karena dapat menyerap keringat dengan baik. Hindari bahan yang panas atau tidak ‘bernapas’, seperti nilon dan bahan sintetis lainnya.

Khusus ibu yang tinggal di daerah dingin, disarankan tetap menggunakan busana berbahan katun dan kaus yang berlapis-lapis. Ini lebih menguntungkan karena bahan katun dan kaus dapat menyerap keringat dan bisa dilepas satu per satu bila diperlukan.

 

 

Manfaat Apa Yang Didapat Ibu Hamil Dengan Mengkonsumsi Sayuran Hijau ?

 

Sayuran dan buah-buahan merupakan sumber vitamin dan mineral yang sangat vital dan bermanfaat untuk tumbuh kembang janin. Disarankan, ibu mengkonsumsi sayuran berdaun hijau dan buah berwarna kuning sebanyak 3 bagian atau lebih per hari. Keduanya memiliki kandungan vitamin A yang penting bagi pertumbuhan sel janin, kesehatan kulit, tulang dan mata, bahkan dapat mengurangi risiko berbagai jenis kanker. Selain itu, dedaunan hijau dan kuning juga kaya akan vitamin E, riboflavin, asam folat dan B6. Sayuran hijau juga memiliki kandungan kalsium yang tinggi, baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin.

 

 

Bagaimana Jika Terjadi Kehamilan Dengan IUD Masih Terpasang ?

 

Dokter akan melihat, apakah tali untuk melepaskan alat kontrasepsi ini dapat ditemukan atau tidak. Bila dapat ditemukan, sesegera mungkin IUD yang masih terpasang itu dilepaskan. Namun, bila tidak berhasil ditemukan, kehamilan tetap aman untuk diteruskan. Dengan berkembangnya kantung amnion yang menyelimuti bayi, alat ini akan semakin terdesak ke dinding rahim. Selanjutnya, pada saat persalinan, besar kemungkinan alat IUD tersebut akan keluar bersama plasenta.

 

 

Bagaimana Jika Ibu Hamil Terkena Herpes ?

 

Memang, herpes dapat membahayakan bayi yang baru lahir karena sistem daya tahannya yang belum sempurna. Namun begitu, ibu tak perlu khawatir. Menurut data, seorang bayi hanya memiliki kemungkinan terinfeksi sekitar 2%-3%, bila ibu mengalami infeksi herpes ulangan selama kehamilan. Sedangkan ibu yang mendapatkan herpes sebelum kehamilan membawa risiko yang sangat rendah bagi bayinya. Bahkan, dengan diagnosis yang benar dan perawatan medis yang baik, risiko ini dapat diperkecil lagi. Untuk menghindari infeksi herpes pada bayi yang baru lahir, pencegahan dilakukan dengan menjalani pemeriksaan rutin penyakit herpes sebelum persalinan. Bila ibu sudah terinfeksi herpes, sebaiknya persalinan dilakukan dengan caesar untuk mengurangi kemungkinan bayi terinfeksi melalui jalan lahir.

 

 

Apakah Sisi Positif Dari Morning Sickness ?

 

Mual muntah di awal kehamilan memang membuat ibu hamil menjadi tidak nyaman. Namun, tahukah ibu bahwa morning sickness ternyata ada sisi positifnya? Pada awal kehamilan, umumnya ibu akan mengalami peningkatan hormon insulin yang merupakan respons terhadap makanan yang masuk sekaligus mengatur kadar gula dalam darah. Dengan demikian dapat disimpulkan ibu yang mengalami morning sickness pertanda kehamilannya baik, sehingga janin dapat dipastikan mendapatkan nutrisi yang cukup di awal masa pertumbuhannya. Penelitian lain mengungkapkan, ibu hamil yang mengalami morning sickness juga menurunkan risiko kelahiran bayi prematur.

 

 

Apa Kegunaan Susu Bagi Ibu Hamil ?

 

Susu membantu ibu mencukupi kebutuhan protein dan beberapa zat pentinglainnya, seperti : asam folat, AA, dan DHA. Boleh dibilang, susu melengkapi kebutuhan tubuh akan zat gizi. Susu khusus kehamilan pada umumnya mengandung nutrisi yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan ibu hamil, baik untuk kesehatan ibu sendiri maupun tumbuh kembang janin. Perhatikan juga cara penyajiannya sebagaimana yang tercantum pada kemasan. Disarankan mengkonsumsi susu 2 gelas per hari agar kebutuhan nutrisi ibu dan janin dapat terpenuhi.

 

 

Bagaimana Kebutuhan Protein Hewani Bagi Ibu Hamil ?

 

Kebutuhan protein pada masa kehamilan mengalami tambahan 17 gram per hari. Jadi, total kebutuhan protein per hari adalah 67 gram. Demikian pula dengan kebutuhan kalorinya bertambah 180 Kalori per hari. Kecukupan protein dapat diperoleh dari protein hewani atau nabati. Protein hewani lebih cepat terserap oleh tubuh dibanding protein nabati, namun hal tersebut dapat teratasi dengan adanya bantuan vitamin C yang bisa diperoleh dari buah-buahan dan sayur-sayuran yang dikonsumsi. Vitamin C mampu mempercepat proses penyerapan protein dan zat besi yang terdapat dalam makanan yang kita konsumsi.

 

 

Apakah Yang Dimaksud Dengan Gejala HEART BURN Pada Ibu Hamil ?

 

Rasa sesak dan terbakar yang berawal dari dasar tulang dada sampai ke tenggorokan dikenal dengan istilah Heart Burn. Gejala ini kerap dialami ibu hamil saat memasuki pertengahan trimester 2. Apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi rasa tidak nyaman ini. Ini tips-nya :
  1. Hindari makanan berbumbu rempah dengan aroma yang tajam dan pedas. Rasa pedas yang ditimbulkan dapat memicu nyeri yang parah di perut. Demikian pula dengan bumbu berempah yang tajam.
  2. Hindari minuman berkarbonasi dan mengandung kafein.
  3. Hindari makanan berlemak jenuh, seperti goreng-gorengan.
  4. Hindari makan dan minum dalam jumlah banyak sekaligus karena akan semakin membuat rasa tidak nyaman di perut. Konsumsi makanan sedikit demi sedikit.

Jika anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai masalah seputar ibu hamil, silahkan kunjungi situs berikut ini ... PANDUAN LENGKAP UNTUK IBU HAMIL.

Monday, April 28, 2014

Tanda-Tanda Persalinan Sudah Dekat

tanda persalinan sudah dekat
Ibu hamil diharapkan dapat mengenali berbagai tahapan proses persalinan normal yang akan di hadapinya nanti. Berikut adalah tahapan-tahapan yang merupakan tanda persalinan sudah dekat tersebut.

 

 

Keluar Darah Bercampur Lendir Dari Vagina

 

Menjelang persalinan, umumnya akan diawali dengan pelunakan leher rahim. Ketika mulut rahim mulai membuka, akan diawali dengan keluarnya lendir yang bercampur darah. Adanya campuran darah ini berasal dari pembuluh-pembuluh darah yang berada di mulut rahim. Ini merupakan pertanda bahwa mulut rahim telah terbuka dan persalinan siap dilakukan. Ibu harus segera berangkat ke rumah sakit terdekat. Namun bila darahnya masih terlihat muda, jangan terburu-buru. Sebaiknya tetap menunggu di rumah. Perdarahan tanpa lendir yang berwarna kecokelatan atau terlihat sangat muda bisa jadi hanya pertanda telah terjadi kontraksi.

 

 

Pecah Ketuban

 

Janin dibungkus oleh selaput ketuban yang didalamnya terdapat cairan ketuban. Cairan ketuban merupakan bantalan (pelindung) bagi janin dari benturan. Cairan ketuban berwarna bening dan tidak berbau. Terjadinya kontraksi dan tekanan kepala bayi terhadap mulut rahim menjadi pencetus pecahnya air ketuban. Sesungguhnya air ketuban pecah bukanlah seperti tumpah, melainkan hanya semburan air atau hanya rembesan, dengan demikian pecahnya air ketuban tidak terasa. Pecahnya air ketuban juga dapat menjadi pertanda bahwa kontraksi akan terjadi lebih intensif lagi.

Jika ketuban telah pecah, persalinan diperkirakan akan terjadi dalam waktu 24 jam. Untuk itu, ibu harus segera ke rumah sakit atau rumah bersalin. Disarankan dalam perjalanan posisi ibu tiduran. Posisi ini dapat mencagah air ketuban tidak terlalu banyak keluar.

Ketika ketuban sudah pecah berarti janin sudah kontak dengan dunia luar. Akibatnya, kuman bisa masuk. Untuk itu, tak boleh menunggu terlalu lama, umumnya hanya sekitar 12 jam, setelah itu harus dilakukan tindakan untuk mengeluarkan janin.

 

 

Kontraksi

 

Ketika persalinan akan berlangsung, pada punggung bawah sampai dengan bagian perut, terasa sangat mulas. Inilah yang dinamakan kontraksi. Kontraksi akan terus berlanjut hingga pembukaan mulut rahim menjadi penuh, kurang lebih sepanjang 8-10 cm. Ketika kontraksi berlangsung teratur dengan jarak yang semakin pendek, pertanda persalinan semakin dekat. Untuk mengatasinya, ambilah napas pendek-pendek namun cepat, seperti yang diajarkan pada saat senam hamil.

 

 

Nyeri Di Selangkangan

 

Ketika posisi kepala janin sudah turun ke bawah ke mulut rahim, daerah rangka tulang pelvis, ibu akan merasakan nyeri di bagian selangkangan. Ibu juga menjadi sering berkemih lantaran janin menekan kandung kemih. Ini pertanda si jabang bayi siap lahir.


Jika anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai masalah seputar ibu hamil, silahkan kunjungi situs berikut ini ... PANDUAN LENGKAP UNTUK IBU HAMIL.

Friday, April 25, 2014

Pemeriksaan Diagnostik Prenatal (DP) Pada Ibu Hamil


diagnostik prenatal
Demi kebaikan janin, terkadang ibu perlu menjalani pemeriksaan Diagnostik Prenatal. Diagnostik Prenatal (DP) adalah upaya untuk mendeteksi atau mendiagnosis kelainan janin secara lebih jauh dan mendalam di saat ibu masih mengandung. Umumnya, DP disarankan bagi ibu dengan janin yang dicurigai mengalami suatu gangguan. Misal, jika dari pemeriksaan USG diketahui ada kelainan berupa penumpukan cairan pada daerah tengkuk janin, maka untuk pemeriksaan selanjutnya dilakukanlah DP.

Pemeriksaan Diagnostik Prenatal (DP) disarankan juga kepada ibu hamil dengan risiko tinggi, seperti :
  1. Kehamilan dengan umur lebih dari 35 tahun.
  2. Pernah melahirkan bayi dengan kelainan bawaan.
  3. Keluarga memiliki latar belakang cacat bawaan.
  4. Kehamilan pada ibu yang memilki penyakit menahun, seperti diabetes.
  5. Memiliki riwayat terpapar agen teratogen berupa obat-obatan, bahan kimia, dan sinar rontgen.
DP diharapkan mampu menjawab keraguan Ayah dan Ibu akan kondisi buah hatinya. Upaya-upaya (terapi prenatal) penanganannya pun bisa segera dilakukan, termasuk persiapan mental dan finansial, sementara pihak rumah sakit pun dapat memberikan persiapan medis yang lebih optimal kepada pasien.

 

 

Kapan Saat Tepat Pelaksanaan Diagnostik Prenatal (DP) ?

 

Disesuaikan dengan tujuan atau keperluan. Untuk mengetahui adanya kelainan kromosom yang menyebabkan sindrom Down dan kecacatan fisik janin, umumnya pelaksanaan Diagnostik Prenatal (DP) dilaksanakan pada usia kehamilan 11-13 minggu. Di usia kehamilan ini juga dapat dilakukan pemeriksaan jaringan plasenta (chorionic villus sampling). Kemudian, masuk kehamilan 15 minggu dapat dilakukan pemeriksaan cairan ketuban (amniocentesis). Sedangkan pada kehamilan 20-24 minggu, dengan pemeriksaan USG dapat diketahui penyakit bawaan lain seperti penyakit jantung bawaan.

 

 

Bagaimana Metode Pelaksanaan Diagnostik Prenatal (DP) ?

 

Ada dua metode yang dilakukan, yakni metode invasif dan non invasif. Untuk prosedur pelaksanaan pemeriksaan, umumnya yang terlebih dahulu dilakukan adalah tindakan non-invasif untuk mengetahui apakah janin masuk kelompok berisiko tinggi atau tidak. Bila terdapat indikasi kuat adanya kelainan pada janin, barulah kemudian dilakukan tindakan invasif.

 

 

Metode Non-Invasif

 

Pemeriksaan Diagnostik Prenatal
Metode yang disebut sebagai skrining awal ini tidak menimbulkan risiko ataupun rasa sakit yang berarti terhadap ibu. Pelaksanaannya pun tidak memerlukan persiapan khusus. Berikut beberapa pemeriksaan yang masuk dalam metode non invasif :
  1. Tanya Jawab Riwayat Kesehatan Ibu. Melalui tanya jawab riwayat kesehatan ibu ini, dokter akan mengumpulkan data mengenai usia, riwayat penyakit yang pernah atau sedang diderita oleh ibu maupun keluarga (adakah cacat bawaan, apakah pernah terpapar obat-obatan, sinar rontgen atau agen teratogen lain sewaktu hamil). Bila diketahui tergolong berisiko tinggi (risiko janin mengalami kelainan lebih tinggi), ibu akan disarankan untuk melanjutkan dengan metode invasif untuk menegakkan diagnosis.
  2. Tes Darah. Tes darah yang sering dilakukan adalah pemeriksaan AFP (Alpha-fetoprotein) dan triple test.
    Pemeriksaan AFP tergolong sering dilakukan. Caranya dengan memeriksa kadar protein yang diproduksi oleh janin yang ditemukan dalam serum atau darah ibu. Tujuannya, mendeteksi kelainan pada selubung saraf, seperti tidak terbentuknya batok kepala, kerusakan saraf tulang belakang, dan sebagainya.
    Pemeriksaan triple test bertujuan mendeteksi ketidaknormalan kromosom, seperti sindrom Down. Biasanya dilakukan di trimester kedua. Jika hasilnya abnormal, dilanjutkan dengan pemeriksaan amniosentesis dalam prosedur invasif.
  3. Ultrasonografi (USG). Pemeriksaan dengan ultrasonografi (USG) bertujuan melihat kondisi janin di dalam rahim. Apalagi bila menggunakan alat USG 4 dimensi, memungkinkan dokter dapat melihat struktur janin lebih jelas, seperti : melihat organ yang seharusnya ada tetapi tidak ada, semisal tidak adanya tulang hidung. Bahkan juga bisa melihat kelainan struktur janin, seperti : bibir sumbing, kelainan jantung, kelainan dinding perut, dan lainnya. Jadi, dapat sekaligus menegakkan diagnosis, apakah janin memiliki kelainan atau tidak.

 

 

Metode Invasif

 

Pemeriksaan Diagnostik Prenatal (DP)
Metode invasif adalah suatu tindakan dengan memasukkan jarum / alat ke dalam rahim untuk mendapatkan sampel cairan amnion, plasenta, atau darah tali pusat. Tindakan ini biasanya menimbulkan rasa sakit dan dapat menyebabkan risiko keguguran sekitar 0,5%. Ada beberapa tindakan dalam metode invasif, antara lain CVS (chorionic villus sampling), amniosentesis, dan kordosentesis.
  1. Chorionic Villus Sampling (CVS). Pemeriksaan dilakukan pada usia kehamilan 10-13 minggu. Pemeriksaan ini bertujuan mengambil sampel villi atau bagian dari plasenta. Pelaksanaannya dapat melalui dinding perut ataupun lewat vagina. Sampel ditampung dalam media khusus, lalu dikirim ke laboratorium untuk diproses dan dianalisis kromosomnya.
  2. Amniosentesis. Pemeriksaan ini umumnya dilakukan pada usia kehamilan 15-16 minggu. Pengambilan cairan amnion / ketuban dilakukan dengan cara menusukkan jarum melewati rongga perut sehingga dapat menembus kantong amnion. Cairan amnion yang diambil kurang lebih 15-20 ml, kemudian sampel dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan analisis kromosom.
  3. Kordosentesis. Pemeriksaan dilakukan pada usia kehamilan melebihi 20-22 minggu dimana hasil pemeriksaan sampel amnion / ketuban meragukan. Sampel yang diambil adalah sampel darah tali pusat. Caranya dengan memasukkan jarum melalui dinding perut ke arah tali pusat. Sampel darah tali pusat diambil dan dikirim ke laboratorium untuk analisis kromosom. Prosedur ini lebih sulit dibandingkan dengan kedua prosedur sebelumnya.
Jika anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai masalah seputar ibu hamil, silahkan kunjungi situs berikut ini ... PANDUAN LENGKAP UNTUK IBU HAMIL.