Wednesday, September 17, 2014

Perkembangan Janin Dalam Kandungan Ibu Hamil Dari Bulan Ke Bulan

perkembangan janin dalam kandungan ibu hamil dari bulan ke bulan
Ibu pasti sangat bahagia dapat menikmati setiap momen perkembangan janin dalam kandungan ibu hamil dari bulan ke bulan, hingga tiba saatnya ia lahir ke dunia.



Bulan Pertama  (Usia Kehamilan 1-6 Minggu; Usia Janin 1-4 Minggu)


Bulan ini hingga bulan kedua, merupakan periode penting karena pada saat inilah dimulainya seluruh pembentukan organ penting janin, seperti sistem pembuluh darah dan sistem saraf, jantung, mata, tangan dan kaki. Jika pada masa ini terjadi gangguan, bisa terjadi cacat bawaan atau kematian embrio. Bentuk embrio seperti kecebong dengan kepala lebih besar dari organ lain dan memiliki ekor. Ukuran embrio mencapai 1,25-3 mm dengan berat kurang dari 1 gram pada akhir bulan pertama.


Yang Perlu Ibu Lakukan :

Idealnya, sejak 3-6 bulan sebelum hamil, ibu sedah menerapkan hidup sehat. Jangan lupa, dua bulan pertama kehamilan merupakan periode organogenesis (proses pembentukan organ tubuh). Pola hidup sehat antara lain :
  • Konsumsi asam folat untuk mencegah risiko NTD (Neural Tube Defects) atau kecacatan pada sistem saraf dan tulang belakang.
  • Hindari makanan mentah atau setengah matang (berisiko toksoplasma); ikan/kerang yang tercemar metilmerkuri dalam kadar tinggi (mengganggu sistem saraf janin); serta makanan yang mengandung pengawet dan pewarna buatan.
  • Hindari obat tanpa kontrol dari dokter. Jika ibu sakit, sekalipun hanya batuk, konsultasikan ke dokter.
  • Hentikan semua kegiatan tak sehat, seperti tidur larut malam, merokok, dan konsumsi alkohol.



Bulan Kedua (Usia Kehamilan 7-10 Minggu; Usia Janin 5-8 Minggu)


Embrio berkembang pesat, dari 2-5 mm di awal bulan, menjadi 31-44 mm di akhir bulan kedua dengan berat sekitar 4-5 gram. Pada bulan kedua, rongga jantung hampir sempurna dan mulai dialiri darah. Pankreas, kandung empedu, duktus billaris, dan anus (dubur) sudah siap di posisi masing-masing pada akhir bulan kedua. Hati sudah terbentuk dan mulai menghasilkan sel darah merah yang dipompakan ke seluruh tubuh oleh jantung yang mampu berdenyut 150 kali per menit. Tulang di kaki yang akan membentuk lutut dan tumit mulai mengeras. Telinga mulai berbentuk, begitu pula tonjolan untuk pembentukan gigi yang berada di bawah gusi.


Yang Perlu Ibu Lakukan :

Pola hidup sehat, sperti disebutkan pada bulan pertama , agar diteruskan dan sebaiknya tetap berlanjut hingga setelah ibu melahirkan si kecil. Hal lain yang perlu ibu lakukan adalah :
  • Hindari makanan berlemak, konsumsi banyak cairan, tingkatkan frekuensi makan namum dalam porsi lebih kecil (6 kali per hari), dan istirahat teratur. Ini berguna untuk mengurangi keluhan morning sickness yang kerap dialami ibu di awal kehamilan.
  • Setiap hari konsumsi 1-2 buah yang kaya akan vitamin C dan minimal 1 kali sayuran berwarna hijau tua atau kuning tua untuk zat besi ekstra, serat dan asam folat. Jangan lupa mengkonsumsi daging merah sebagai sumber zat besi.
  • Olahraga, seperti renang dan jalan kaki, untuk meningkatkan kekuatan otot, tonus otot, ketahanan tubuh, dan kebugaran. Olahraga sejak awal kehamilan juga membantu mengurangi stres saat melahirkan dan membuat pembentukan tubuh setelah melahirkan jadi lebih mudah.
  • Memperhatikan kesehatan gigi dan mulut, serta menjaga kebersihan organ intim. Pasalnya, infeksi, baik yang terjadi pada gigi maupun di organ intim, sering menimbulkan kontraksi rahim yang dapat memicu keguguran. Ingat, kehamilan pada trimester pertama sangat rentan keguguran !



Bulan Ketiga (Usia Kehamilan 11-14 Minggu; Usia Janin 9-12 Minggu)


Besar janin kira-kira setelapak tangan ibu, panjang dari kepala hingga bokong 44-60 mm dan di akhir bulan ketiga mencapai 80-93 mm. Awalnya berat hanya 8 gram, tapi di akhir bulan ketiga mencapai 24-45 gram. Organ tubuh janin sudah terbentuk  lengkap dan makin baik. Di masa ini janin memasuki periode maintenance, yaitu pematangan fungsi sistem organ sehingga kelak organ-organ tubuh berfungsi optimal. Sel saraf dan otak berkembang cepat; di dalam otak janin, sinaps saraf mulai terbentuk. Mulai ada refleks, seperti refleks menelan, maka itu janin dapat menelan cairan amnion (ketuban). Refleks lainnya adalah refleks terhadap sentuhan. Jika perut ibu ditekan, janin akan bergerak.


Yang Perlu Ibu Lakukan :

Perhatikan pola makan. Pada trimester kedua (usia kehamilan 14-27 minggu) biasanya keluhan morning sickness sudah berlalu sehingga ibu mulai berselera makan. Yang penting siingat, jangan sampai kenaikan berat badan per minggu melebihi 500 gram atau 2 kg sebulan demi mencegah kegemukan pada ibu yang tentunya tak baik bagi kesehatan ibu dan janin. Selain itu, tetap perhatikan kandungan nutrisinya seta hindari makanan/minuman yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan perkembangan janin.

Karena di bulan ini, janin mulai dapat merasakan sentuhan, baiknya ibu sering-sering mengusap-usap lembut perut ibu sambil mengajak janin mengobrol. Memang, ibu belum dapat merasakan gerakan janin, tak masalah, karena sentuhan tersebut akan membuat janin merasa disayang dan dicintai sehingga ikatan emosional ibu dan janin bertambah kuat.




proses perkembangan janin dalam kandungan

Bulan Keempat (Usia Kehamilan 15-18 Minggu; Usia Janin 13-16 Minggu)


Di awal bulan ini panjang janin dari kepala ke bokong mencapai 80-93 mm dengan berat 25-45 gram, dan di akhir bulan panjangnya kira-kira 12,5-14 cm dengan berat sekitar 120-150 gram. Rahim yang cukup besar memungkinkan janin bergerak lebih aktif. Ia pun terus berlatih untuk bernapas, mengisap, dan menelan, bahkan tersedak agar fungsi sistem organ makin sempurna saat lahir ke dunia. Pertumbuhan tulang di telinga tengah dan saraf pendengaran menjadikan janin dapat mendengar suara, seperti suara detak jantung dan aliran darah ibu melalui tali pusat. Janin bahkan mengangkat tangannya atau bergulung mencoba bersembunyi apabila terdengar suara keras.


Yang Perlu Ibu Lakukan :

Stimulasi indra pendengaran janin dengan sering mengajaknya berbicara sambil mengusap-usap perut ibu. Baiknya hal ini juga dilakukan oleh Ayah. Bicarakan hal-hal yang positif dan menyenangkan, ungkapkan rasa kasih sayang Ayah dan Ibu pada si buah hati. Jika sejak di kandungan, si kecil sudah akrab dengan suara Ibu dan Ayah, maka setelah lahir ia akan langsung mengenali suara Ibu dan Ayah. Selain itu juga akan membentuk ikatan antara si kecil dan Ibu Ayah.



Bulan Kelima (Usia Kehamilan 19-22 Minggu; Usia Janin 17-20 Minggu)


Panjang dan berat janin di awal bulan ini adalah 13-15 cm dan 200 gram; di akhir bulan mencapai 19-22 cm dan 350 gram. Pada bulan ini, janin menyempurnakan pertumbuhan dan perkembangan beberapa organnya. Ukuran kakinya berubah semakin proporsional. Telinganya sudah berfungsi dan ia menikmati suara-suara ribut yang ada dalam rahim. Di akhir bulan kelima ini, wujudnya sudah seperti miniatur bayi cukup bulan. Bibir, kelopak mata, alis sudah terlihat lebih jelas. Lanugo atau rambut halus melingkupi seluruh tubuhnya. Indra perasa akan berkembang dari hari ke hari. Janin dapat merasakan sentuhan ringan.


Yang Perlu Ibu Lakukan :

Selain mengajak janin berbicara, baiknya Ibu dan Ayah juga membacakan cerita/dongeng untuknya. Bukan hanya akan menstimulasi indra pendengaran janin, kecerdasan bahasanya juga akan ikut terasah. Pilih cerita yang simpel dan ringan karena waktu untuk membacakannya cukup 10 menit saja. Bacakan cerita secara perlahan agar janin dapat menyimak. Percayalah, kelak perkembangan bicaranya lebih pesat jika stimulasi ini terus diberikan hingga setelah lahir.



Bulan Keenam (Usia Kehamilan 23-26 Minggu; Usia Janin 21-24 Minggu)


Panjang dan berat janin di awal bulan sekitar 28 cm dan 455 gram; di akhir bulan mencapai 33 cm dengan berat hampir 1 kg. Perkembangan penting di bulan ini adalah gelombang otak sudah mengaktivasi sistem auditori dan visual, sehingga mata janin dapat merespon terhadap datangnya cahaya, dan telinga kecilnya dapat merespon terhadap suara-suara dari luar.


Yang Perlu Ibu Lakukan :

Untuk merangsang indra penglihatan janin, berikan stimulasi cahaya. Ibu atau Ayah duduk di tempat temaram, arahkan senter yang menyala ke perut ibu sambil digerak-gerakkan ke kiri dan ke kanan dan atas-bawah. Nanti janin akan merespon dengan gerakannya. Jangan lupa sambil jelaskan pada si janin mengenai kondisi terang dan gelap. “Adek,sekarang lampu senternya ibu nyalakan yah. Wah, terang ya .... Nah, sekarang ibu matikan lampunya ... Oh, gelap ya, Dek. Ya, ini namnya gelap ... Sekarang ibu nyalakan lagi ya lampunya ... Nah, terang deh.” Melalui permainan sederhana ini, janin akan merekam perbedaan suasana terang dan gelap dalam memori otaknya.




perkembangan janin dalam kandungan ibu hamil dari bulan ke bulan

Bulan Ketujuh (Usia Kehamilan 27-30 Minggu; Usia Janin 25-28 Minggu)


Panjang  dan berat janin di awal bulan 34 cm dan 900-1000 gram; di akhir bulan mencapai 38 cm dan 1,35 kg. Janin dapat merespon suara dari luar, tetapi masih terdengar berdengung karena telinganya diliputi oleh verniks kaseosa untuk melindungi janin dari cairan ketuban. Janin juga mampu membuka dan menutup kelopak matanya. Daya penglihatan semakin berkembang, sehingga ia bisa merespon cahaya dengan membuka atau menutup kelopak matanya.


Yang Perlu Ibu Lakukan :

Bukan hanya mengobrol dan membacakan cerita, baiknya Ayah Ibu juga memperdengarkan musik untuk janin. Banyak orang percaya, musik klasik dapat membuat cerdas. Riset yang dilakukan oleh Dr. Chapman J. S., akademisi dari New York University, AS, menyebutkan, musik klasik sudah bisa menstimulasi otak janin pada usia kehamilan 26 minggu atau trimester ke 3, karena saat ini janin sudah bisa mendengar dengan bantuan cairan ketuban.

Pengaruh tersebut terjadi karena musik klasik memiliki nada-nada yang bervariasi, terkadang dari lambat ke cepat dan sebaliknya. Musik klasik pun mempunyai kategori frekuensi alfa dan theta: 5000-8000 Hz. Frekuensi tersebut dapat merangsang tubuh dan pikiran menjadi rileks, sehingga bisa merangsang otak menghasilkan hormon serotonin dan endorfin yang menyebabkan tubuh menjadi rileks dan membuat detak jantung menjadi stabil. Nah, hal inilah yang mendukung otak dapat berkonsentrasi dengan optimal dalam membangun jaringan-jaringan sipnasis dengan lebih baik.

Untuk bisa mendapatkan hal tersebut, ibu hamil bisa memperdengarkan musik klasik pada dirinya dan juga janinnya selama 30 menit, pagi atau malam. Saat memperdengarkan, jarak speaker dapat diatur sekitar 50 cm dari perut atau bisa juga menempelkan headphone pada perut. Bisa dilakukan dalam keadaan berbaring santai atau duduk sambil membaca, minum teh atau saat melakukan senam hamil.



Bulan Kedelapan (Usia Kehamilan 31-34 Minggu; Usia Janin 29-32 Minggu)


Panjang janin di awal bulan ini sekitar 39-40 cm dengan berat 1,5-1,6 kg dan di akhir bulan mencapai 43 cm dengan berat 2-2,1 kg. Tulang-tulangnya semakin keras dan mulai bergabung menjadi satu meski belum sempurna, ini akan memudahkan janin bergerak dan memasuki saluran lahir. Janin dapat memutar kepalanya ke samping dan bergerak semakin banyak, ini menandakan janin aktif dan sehat. Di usia kehamilan 33 minggu (usia janin 31 minggu), umumnya kepala janin sudah dalam posisi cephalic atau di bawah.


Yang Harus Ibu Lakukan :

Lakukan terus pemberian stimulasinya, baik itu stimulasi suara, stimulasi sentuhan, maupun stimulasi cahaya. Saat mengajak janin mengobrol, membacakan cerita, atau memperdengarkan musik, ingatlah untuk mengusap-ngusap lembut perut ibu.

Ibu perlu berhati-hati demi mencegah terjadinya persalinan dini, mengingat paru-paru janin belum sempurna. Segera ke dokter jika ibu mengalami kontraksi teratur, nyeri perut, perdarahan, dan tanda-tanda lain yang mengarah ke persalinan dini. Namun ibu tak perlu khawatir, jika pun si kecil terpaksa lahir di bulan ini, ia memiliki kesempatan hidup lebih besar.



Bulan Kesembilan (Usia Kehamilan 35-38 Minggu; Usia Janin 33-36 Minggu)


Panjang janin di awal bulan 41-45 cm dengan berat 2,2 kg; di akhir bulan mencapai 47 cm dengan berat 2,8 kg. Perkembangan organ janin makin sempurna. Tulang-tulangnya semakin mengeras menuju jalan lahir, paru-paru semakin sempurna, begitupun dengan sistem kekebalan tubuhnya. Cairan ketuban sudah berada pada kondisi maksimal sehingga janin makin melekat ke dinding rahim. Di minggu ke 38 kehamilan, janin sudah cukup bulan untuk dilahirkan, posisi kepala sudah di bawah sehingga bisa lahir kapan saja. Umumnya janin lahir di usia kehamilan 38-40 minggu (usia janin 36-38 minggu).


Yang Perlu Ibu Lakukan :

Kenali tanda-tanda persalinan, yakni : mulas karena kontraksi yang teratur; keluarnya lendir beserta darah dari vagina; dan pecah ketuban yang ditandai rembesan cairan ketuban dari vagina. Jaga kondisi ibu tetap relaks, ini penting untuk mencegah baby blues setelah melahirkan. Dukungan keluarga sangat penting bagi ibu di bulan-bulan terakhir kehamilannya. Libatkan seluruh anggota keluarga untuk mengelus perut ibu dan mengatakan sayang pada janin. Hal ini akan menyenangkan janin karena kehadirannya sudah ditunggu-tunggu banyak orang.


Jika anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai seputar masalah kehamilan, silahkan kunjungi situs berikut ini ... PANDUAN LENGKAP UNTUK IBU HAMIL.

Saturday, September 13, 2014

Pertanyaan Seputar Masalah Kehamilan Bagian - 11

Masalah Kehamilan, Ibu Hamil Tampil Dengan Cantik, Ibu Hamil Terus Berkeringat, Ibu hamil Mendengarkan Musik Klasik, Ibu Hamil Minum Air Putih Setelah Diare, Makanan Ibu Hamil Penderita Anemia, Gigi Berlubang Pada Ibu Hamil, Ibu Hamil Mengkonsumsi Ikan Beku, Bahaya Kosmetik Pada Ibu Hamil, Ibu Hamil Muda Malas Makan, Operasi Kista Pada Saat Hamil, Pemeriksaan Dalam Kala Hamil, Ibu Hamil Donor Darah, Ibu Hamil Menimbang Badan, Memilih Seafood Yang Aman Bagi Ibu Hamil, Posisi Janin Sungsang, Sakit Usus Buntu Pada Kehamilan
Berikut ini adalah rangkuman beberapa pertanyaan seputar masalah kehamilan yang sangat sering dijumpai di masyarakat kita.



Bagaimana Agar Ibu Hamil Dapat Tampil Dengan Cantik ?


Ingin tampil segar? Mudah saja. Salah satunya dengan memperhatikan busana yang ibu kenakan. Blus dan rompi panjang yang biasa dipakai sehari-hari bisa menjadi pilihan. Cukup memadukannya dengan t-shirt di bagian dalam, maka blus dan jaket jins bisa dikenakan oleh ibu hamil dengan membuka kancingnya.

Untuk busana kerja, ibu bisa mengenakan paduan celana panjang dan busana berbahan katun. Blazer panjang hingga mendekati lutut dengan kancing yang terbuka bisa dikenakan di bagian luar. Sedangkan untuk pilihan warna, bebas saja. Warna lembut, seperti cokelat muda, krem, biru muda, pink, dan warna-warna pastel bisa dikenakan hampir di setiap kesempatan. Dalam kesempatan khusus, seperti saat menghadiri pesta, ibu bisa mengenakan pakaian warna terang atau berkilap.



Kenapa Ibu Hamil Terus Berkeringat ?


Ibu hamil kan terus sering berkeringat lantaran adanya perubahan hormon di tubuh. Perubahan ini menyebabkan terjadinya peningkatan aliran darah ke kulit dan membuat tubuh menjadi lebih hangat. Inilah yang merangsang kelenjar keringat untuk mendinginkan tubuh.

Untuk itu, ibu hamil disarankan banyak minum. Enggak perlu selalu air putih, jus juga bisa. Tapi hindari minuman tidak sehat seperti kopi atau soda. Dengan banyak minum, ibu dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang lewat keringat. Jika baju selalu basah oleh keringat, ibu juga harus sering berganti pakaian. Jadi jangan lupa untuk membawa baju ekstra di tas setiap bepergian.



Apakah Harus Selalu Mendengarkan Musik Klasik ?


Ibu hamil sering disarankan mendengarkan musik klasik untuk menstimulasi kecerdasan janin, bukan? Menurut Professor David Baron, Kepala Bagian Psikiatri dari Fakultas Kedokteran Universitas Temple Amerika Serikat, semua jenis musik baik dan dipercaya mampu merangsang perkembangan otak janin.

Namun, jenis musik itu harus teratur dari segi tempo dan struktur nada, sehingga mampu memberikan penggambaran tersendiri bagi otak. Jadi mau pilih keroncong, kasidahan, atau jazz, boleh-boleh saja.



Berapa Gelas Yang Harus Diminum Setelah Diare ?


Disebut diare jika ibu sudah buang air besar lebih dari 4 kali dengan jumlah relatif banyak. Yang paling dikhawatirkan dari kondisi ini adalah dehidrasi (kekurangan cairan). Gejalanya, badan lemas, rasa haus yang sangat, serta elstisitas kulit berkurang.

Setiap habis buang air besar, ibu harus minum setidaknya 2 gelas. Bila tetap berlanjut, segera ke dokter karena ibu hamil tidak disarankan membeli obat diare yang di jual bebas.

Untuk pencegahan, jalani pola hidup sehat. Tedengar klise ya, tapi ini memang cara yang paling efektif. Jadi, cucilah tangan sebelum makan dan hindari jajan sembarangan. Dengan begitu ibu dapat terhindar dari kuman yang membahayakan.



Apakah Makanan Yang Tepat Untuk Penderita Anemia ?


Apakah ibu serng merasa lelah dan letih, wajah nampak pucat, sering pusing, dan ada kalanya sesak napas? Jangan-jangan ibu terserang anemia atau kekurangan darah. Konsultasikan hal ini pada dokter.

Anemia bisa dihindari dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, antara lain : apel, anggur, jeruk, melon, brokoli, bayam, kacang merah, gandum, sereal dan kacang almond.



Berbahayakah Gigi Berlubang Bagi Ibu Hamil ?


Tahukah ibu kalau gigi berlubang dapat memicu terjadinya kontraksi yang menyebabkan janin lahir prematur? Karena itulah ibu harus menjaga kebersihan mulut dan gigi. Caranya adalah sebagai berikut :
  • Hindari camilan yang manis dan lengket agar tidak melekat di gigi. Pilihlah camilan jenis buah-buahan agar lebih sehat.
  • Biasakan minum setiap habis makan sehingga sisa makanan yang ada dalam rongga mulut terbilas dan tertelan ke dalam kerongkongan.
  • Gosok gigi setidaknya dua kali sehari. Untuk menghindari gusi berdarah saat menggosok gumakan sikat gigi yang halus denga kepala sikat kecil. Sakit gigi jenis ini juga tidak memicu refleks muntah.
  • Gunakan benang gigi untuk membersihkan sisa makanan yang berada di sela-sela gigi.



Apakah Ikan Beku Dapat Dikonsumsi Oleh Ibu Hamil ?


Ikan telah terbukti mendatangkan banyak manfaat bagi ibu hamil. Kandungannya yang banyak protein, yodium, mineral besi, serta seng diperlukan tubuh. Untuk memilih ikan, secara spesifik perhatikan insang dan bagian matanya. Pilih insang berwarna merah cerah dan mata yang tampak segar/tidak layu. Yang perlu diketahui, bisa saja ikan-ikan yang tersedia di supermarket tidak dalam kondisi segar. Sebab proses pembekuan yang sangat rendah (yaitu -10 atau -11 derajat Celcius), bisa mengawetkan ikan-ikan tersebut. Proses pembekuan ini dapat mengurangi aktivitas bakteri sehingga ikan tidak mengalami kerusakan. Ikan yang didinginkan seperti ini masih bisa dikonsumsi karena penyusutan nilai gizinya tidak signifikan. Kecuali jikan ikan sudah berbau, tentunya sudah tak layak lagi dikonsumsi.



Apa Saja Bahan Kosmetik Yang Berbahaya Bagi Ibu Hamil ?


  1. Merkuri. Dampak merkuri adalah kerusakan saraf permanen dan gangguan perkembangan janin. Walaupun peredaran merkuri telah dilarang, waspada tetap perlu terutama terhadap kosmetik yang tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), tidak jelas produsennya, atau kosmetik merek palsu. Biasanya merkuri terdapat pada produk-produk kosmetik pemutih kulit.
  2. Retinoid. Retinoid merupakan turunan dari vitamin A yang fungsinya untuk mempercepat pergantian (regenerasi) sel. Biasa terdapat pada krim untuk mengatasi jerawat. Penggunaan retinoid dapat berakibat efek teratogenik atau cacat pada janin.
  3. Salicylic Acid (BHA). Salicylic Acid (BHA) atau asam salisilat biasanya terdapat dalam produk anti jerawat dapat berupa krim yang dioleskan di kulit ataupun obat oral. Penggunaan BHA oles dalam jumlah kecil dianggap aman selama kehamilan. Namun, meski belum ada penelitian yang menunjang, umumnya ibu hamil disarankan untuk tidak menggunakannya secara berlebihan. Berbeda dengan produk oles, Salicylic Acid (BHA) dalam bentuk obat minum terbukti berbahaya bagi kehamilan. Penggunaan di trimester akhir, misalnya, dapat mengakibatkan perdarahan spontan pada otak. Studi juga menguak adanya peningkatan risiko keguguran dan cacat lahir.
  4. Hydroquinone. Hydroquinone merupakan bahan pemutih pada kosmetik. Ibu hamil kadang tergoda menggunakan kosmetik pemutih untuk menghilangkan bercak-bercak cokelat (pigmentasi) pada kulit wajah akibat kehamilan. Namun hati-hati sebab hasil riset penggunaan hydroquinone pada hewan menunjukkan adanya peningkatan kejadian keguguran, berat lahir rendah, dan gangguan perkembangan janin.
  5. Benzoil Peroxyde. Biasa terdapat pada obat jerawat. Meski belum ada penelitian tentang cacat janin akibat penggunaan benzoil peroxyde pada manusia, akan lebih bijak jika ibu tidak menggunakan kosmetik yang menggunakan bahan ini.
  6. Soy. Soy atau kedelai merupakan fitoestrogen yang justru dapat memperberat efek bercak hitam pada ibu hamil. Bisa terdapat pada produk pelembab dan sabun.
  7. Benzophenone-3. Benzophenone-3 (Oxybenzone) juga terdapat pada beberapa tabir surya. Bahan ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon.
  8. Rhodamin. Rhodamin biasa terdapat dalam make up dengan warna mencolok. Pewarna ini sebetulnya terlarang bagi kosmetik tetapi ada saja produsen yang nakal. Pemakaian rhodamin pada kosmetik dapat menyebabkan kanker kulit pada ibu dan kecacatan pada janin.



Apakah Penyebab Malas Makan Kala Hamil Muda ?


Di trimester awal lazimnya ibu jadi malas makan. Kendati begitu, bukan berarti ibu boleh selalu menuruti malas makan tadi. Soalnya, organ-organ vital janin justru terbentuk pada trimester awal. Otak, misalnya, berkembang pesat pada minggu ke 9.

Nah, jika ibu malas makan terus-menerus bisa-bisa perkembangan janin terhambat. Dengan demikian, meski mual muntah, cobalah mengatasinya. Diantaranya dengan menikmati makanan dalam porsi kecil namun frekuensi pemberiannya lebih sering agar kebutuhan secara keseluruhan bisa tercukupi.

Agar lambung ibu tidak kosong sekaligus mengurangi keluhan mualdi pagi hari, ibu juga disarankan makan sebelum tidur.



Apakah Operasi Kista Dapat Dilakukan Saat Hamil ?


Apakah ibu memiliki kista pada indung telur dan disarankan menjalani operasi pengangkatan kista saat hamil? Jangan khawatir, ternyata operasi ini tidak mengganggu janin.

Kita memang sering mengira operasi pada indung telur akan melukai rahim. Padahal rahim yang merupakan tempat tinggal janin letaknya cukup jauh dari indung telur tempat bersarangnya kista. Berarti janin dan kista memiliki “rumah” yang berbeda. Jadi ibu tidak perlu khawatir keguguran.

Tindakan operasi pengangkatankista malah akan menyelamatkan janin karena bisa menghindari terjadinya komplikasi selama kehamilan. Penanganan kista umumnya memang harus dengan operasi demi kebaikan ibu dan janin.



Apakah Perlu Melakukan Pemeriksaan Dalam Kala Hamil ?


Meski bikin risih dan tidak nyaman, namun pemeriksaan dalam wajib dijalani oleh ibu hamil jika dokter menganggapnya perlu. Pemeriksaan ini berguna untuk melihat ada tidaknya kelainan pada vagina sampai mulut rahim, selain itu juga untk menegakkan diagnosis kasus-kasus infeksi pada saluran indung telur, tumor, kanker, dan sebagainya.

Sampai saat ini belum ada alat secanggih apapun yang bisa menggantikan fungsi pemeriksaan dalam. USG, umpamanya, hanya bisa diandalkan untuk mengevaluasi kesejahteraan janin maupun kondisi rahim, sementara kondisi mulut rahim itu sendiri tak bisa dinilai.



Bolehkah Ibu Hamil Donor Darah ?


Selama kehamilan, ibu tidak diperbolehkan menyumbangkan darahnya. Mengapa, karena kehamilan cenderung menyebabkan anemia sementara ibu perlu banyak suplai darah untuk janin dan dirinya sendiri. Menjadi donor darah dapat dilakukan kembali setelah masa nifas selesai.

Namun pada keadaan khusus, pengambilan darah dari calon ibu bisa saja dilakukan. Misalnya jika ternyata ibu harus bersalin dengan jalan operasi di usia kehamilan 38 minggu lantaran mengalami plasenta previa. Di usia kehamilan 32 minggu, bila kadar hemoglobin berkisar 10-12 g/d, maka ibu diperbolehkan menjadi donor darah untuk dirinya sendiri (auto transfusi). Sebelum waktu operasi tiba, darah tersebut akan disimpan di bank darah di rumah sakit.



Apakah Pentingnya Menimbang Badan ?


Ibu, jika diminta melakukan timbang badan saat periksa kehamilan, harap selalu dituruti. Karena meski tampak sederhana, menimbang badan secara periodik bermanfaat untuk mendeteksi adanya kelainan selama kehamilan, seperti :
  1. Berat badan yang meningkat lebih dari 500 gram/minggu (atau 2.000 gram/bulan) terutama pada trimester akhir kehamilan, bisa dicurigai sebagai hipertensi dalam kehamilan (preeklamsia).
  2. Berat badan menetap / menurun perlu dipikirkan kemungkinan pertumbuhan janin terhambat atau kematian janin dalam rahim.



Bagaimana Memilih Seafood Yang Aman ?


Ibu senang makan seafood? Sebaiknya pilih seafood dari perairan laut dalam karena polusi perairan laut dalam tidak setinggi di perairan laut dangkal. Kandungan omega 3 ikan laut dalam pun lebih tinggi. Secara alamiah ikan tersebut mengeluarkan lemak tubuh demi melindungi diri dari suhu dingin di laut dalam. Lemak inilah yang menjadi sumber omega 3 yang penting bagi tubuh ibu hamil. Umumnya, harga ikan laut dalam lebih tinggi/mahal karena untuk mendapatkan ikan-ikan tersebut diperlukan biaya dan teknologi yang tidak murah. Ciri ikan laut dalam adalah memiliki daging yang tebal, seperti ikan makarel, sarden, tenggiri, lemuru dan salmon. Agar lebih aman lagi, pilih ikan laut dalam yang berumur relatif muda dengan ukuran tubuh lebih kecil.



Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Posisi Janin Sungsang ?


Biasanya dokter akan menganjurkan agar ibu hamil melakukan senam dengan posisi tubuh menungging. Menungging boleh dilakukan semenjak usia kehamilan 32 minggu. Bisa dilakukan selama 5-10 menit sebanyak 3-4 kali sehari. Posisi ini membantu janin berputar dan semoga tidak sungsang lagi.

Namun menungging tidak akan bisa lagi mengubah posisi janin jika kehamilan sudah 36 minggu.



Bagaimana Cara Mengatasi Sakit Usus Buntu Pada Kehamilan ?


Usus buntu bisa menyerang siapa saja dan tak terkecuali wanita hamil. Risiko operasi usus buntu pada kehamilan memang meningkatkan risiko terjadinya keguguran. Tetapi, peningkatan risiko keguguran atau lahir prematur bisa dikurangi dengan pemberian obat-obat hormonal.

Angka terjadinya keguguran atau lahir prematur disaat operasi usus buntu sangat kecil. Bagaimana bila usus buntu tidak dioperasi? Justru risikonya makin besar. Pasalnya, usus buntu yang meradang dan tak segera diatasi lama kelamaan dapat merusak dinding usus dan mengakibatkan usus berlubang. Sehingga isi di dalam usus yang berisi banyak kuman keluar ke dalam rongga perut. Akibatnya akan terjadi peritonitis dan akhirnya kuman-kuman tadi masuk ke seluruh tubuh hingga dikatakan keadaan sepsis. Keadaan ini justru jauh lebih berbahaya baik untuk ibu maupun anak.

Jika dokter bedah mengatakan harus dioperasi berarti memang harus dilakukan dan dari pihak dokter kandungan pasti diupayakan supaya rahimnya tidak kontraksi, misalnya dengan pemberian obat. Lantas, apakah operasi ini akan membahayakan janin? Tidak juga, janin itu kan ada di dalam rahim sedangkan usus buntu ada di luar rahim.



Jika anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai seputar masalah kehamilan, silahkan kunjungi situs berikut ini ... PANDUAN LENGKAP UNTUK IBU HAMIL.   

Wednesday, September 10, 2014

Cara Mengatasi Perdarahan Pada Kehamilan Dan Setelah Bersalin

Apa penyebab perdarahan pada kehamilan dan setelah bersalin? Berikut ini adalah penjelasannya.



Perdarahan Pada Usia Kehamilan Muda Atau Dini (Trimester Pertama)


Perdarahan Pada Usia Kehamilan Muda Atau Dini
Abortus / Keguguran. Salah satu penyebab terjadinya abortus adalah sanggama (hubungan intim suami-istri). Selama ini ada persepsi, hubungan sanggamalah yang merupakan biang keladi perdarahan atau abortus pada ibu hamil. Sebetulnya bukan karena masalah sanggamanya, melainkan karena pertemuan sperma dengan mulut rahim. Sperma yang mengandung prostaglandin ini akan merangsang terjadinya kontraksi rahim, akibatnya bisa terjadi abortus. Abortus umumnya mengakibatkan darah yang keluar cukup banyak dan disertai keluhan nyeri perut atau keluarnya gumpalan darah (jaringan).

Tindakan Medis :
  • Dilakukan pemeriksaan USG untuk melihat apakah terjadi abortus atau tidak.
  • Bila terjadi abortus akan dilihat ada tidaknya sisa kehamilan.
  • Jika ditemukan adanya sisa hasil kehamilan akan dilakukan tindakan mengeluarkan hasil kehamilan dengan cara kuretase.
  • Bila dilakukan kuretase, kehamilan tidak bisa berlanjut karena hasil konsepsi/hasil kehamilan sudah keluar.
  • Tindakan kuretase dapat membantu membersihkan rahim dari sisa-sisa kehamilan dan juga mempersiapkan terjadinya kehamilan berikutnya.
  • Tanpa ada tindakan kuretase, rahim tidak bersih dan kelak bisa menjadi penyebab infeksi pada rahim sehingga membuat ibu sulit hamil lagi. Perdarahan yang terjadi juga bisa bertambah lama/berkepanjangan.
Kehamilan Ektopik (kehamilan di luar kandungan). Gejala awal yang dikeluhkan adalah adanya bercak darah berkepanjangan dan nyeri perut. Pada kasus yang sudah lanjut ibu hamil bisa menderita anemia berat karena sudah terjadi Kehamilan Ektopik Tergangu. Kehamilan Ektopik Terganggu adalah terjadinya perdarahan karena robeknya tempat implantasi dari kantong kehamilan, bisa terjadi di saluran tuba, indung telur bahkan di abdomen (menempel di usus).

Tindakan Medis :

USG merupakan salah satu pemeriksaan penunjang untuk menentukan apakah kehamilan yang berlangsung saat ini di dalam atau di luar rahim.



Perdarahan Di Atas Usia Kehamilan 20 Minggu


Perdarahan Di Atas Usia Kehamilan 20 Minggu
Posisi Plasenta. Perdarahan di usia kehamilan 20 minggu umumnya dicurigai karena posisi plasenta berada di bawah dan menutupi jalan lahir (plasenta previa). Plasenta previa ini ada yang totalis (menutup seluruh jalan lahir), ada yang parsialis (menutup sebagian jalan lahir), ada juga yang marginalis (di ujung jalan lahir) dan ada yang letak rendah (kurang lebih 5 cm dari jalan lahir). Pada kasus plasenta previa totalis/parsialis, persalinan tidak bisa dilakukan secara alami (per vaginam) karena jalan lahir tertutup, maka persalinan harus dilakukan melalui operasi caesar.

Tindakan Medis :
  • Posisi plasenta dapat diketahui dari pemeriksaan USG. Sebelum pemeriksaan, ibu hamil akan dianjurkan banyak minum sampai terasa ingin pipis. Kondisi kandung kemih yang penuh akan membantu memperlihatkan posisi plasenta dengan lebih jelas saat dilakukan pemeriksaan USG.
  • Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan (terutama di bawah usia kehamilan 32 minggu), masih ada kemungkinan posisi plasenta berubah. Karena segmen bawah rahimnya belum terbentuk. Jika usia kehamilan sudah di atas 32 minggu, posisi plasenta sudah menetap dan tidak bisa berubah.
  • Untuk kasus perdarahan karena posisi plasenta, selama kondisi kesejahteraan janin masih bagus, ibu hanya menjalani bedrest dengan dirawat inap. Ibu tidak boleh banyak gerak.
  • Selama bedrest, dilakukan observasi terhadap kondisi kesejahteraan janin dan perdarahan yang terjadi.
  • Bayi diupayakan dilahirkan cukup bulan sehingga ibu hamil akan diberikan obat untuk pematangan paru-paru janin dan diberikan anti-kontraksi bila terjadi kontraksi.
  • Perdarahan yang bertambah banyak bisa menimbulkan kegawatan janin. Gawat janin ditandai dengan denyut jantung janin lebih dari 160 kali per menit atau kurang dari 120 kali per menit. Normalnya denyut jantung janin adalah 120-160 kali per menit. Denyut jantung janin akan dipantau lewat pemeriksaan CTG secara kontinu. Pemeriksaan ini juga dapat mengetahui kondisi kesejahteraan janin (dilihat dari pola denyut jantung janin dan gerakannya), serta ada tidaknya kontraksi pada ibu.
  • Bila sampai terjadi gawat janin, kehamilan ibu harus diakhiri. Jadi, bayi akan lahir prematur atau kurang bulan dan penanganan bayi biasanya dilakukan perawatan di ruang NICU.
  • Perdarahan dalam jumlah banyak yang tidak segera ditangani bisa mengakibatkan kematian janin atau bahkan ibu.
Solusio Plasenta. Perdarahan terjadi karena lepasnya perlekatan plasenta. Gejalanya berupa perdarahan dari vagina, peningkatan aktivitas rahim, nyeri punggung dan nyeri perut. Pada keadaan ini ibu dapat merasakan nyeri hebat dengan atau tanpa kontraksi.

Tindakan Medis :
  • Dibutuhkan USG untuk menegakkan diagnosis.
  • Penanganan yang dilakukan bergantung dari posisi janin, usia kehamilan, dan fasilitas yang tersedia.
  • Bila bayi telah cukup bulan dapat dilakukan persalinan sesar.
  • Persalinan alami dapat dilakukan bila tidak ada tanda-tanda kegawatan janin.



Perdarahan Setelah Melahirkan (Bersalin)


Perdarahan Setelah Melahirkan (Bersalin)
Perdarahan setelah persalinan merupakan penyebab hampir ¼ dari seluruh kematian ibu di dunia. Seperti diketahui, setelah bayi lahir dan plasenta dikeluarkan, ada kemungkinan ibu mengalami kasus kontraksi rahim.

Idealnya, jika plasenta sudah dikeluarkan, rahim yang bentuknya seperti anyaman tikar akan menjepit semua pembuluh darah sehingga tidak lagi terjadi perdarahan. Kontraksi yang buruk otomatis akan membuat pembuluh darah rahim masih terbuka dan darah masih terus mengalir. Hal ini yang dikhawatirkan terjadi pada ibu setelah melahirkan.

Perdarahan pasca melahirkan biasanya dialami pada ibu dengan janin di atas 4 kg, ibu dengan banyak anak (melahirkan berulang kali), atau yang mengalami anemia.

Tindakan Medis :
  • Setelah bayi dilahirkan, kondisi ibu akan terus dipantau. Jika kontraksi tampak kurang, akan dilakukan pemberian obat-obatan (lewat infus, suntikan, atau dubur) untuk merangsang kontraksi supaya lebih baik.
  • Bila setalah dilakukan pemberian obat-obatan kontraksi tetap tidak membaik dan perdarahan tetap terjadi, akan dilakukan operasi untuk membantu kontraksi rahim.
  • Jika cara ini tak berhasil akan dilakukan pengangkatan rahim.

Jika anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai seputar masalah kehamilan, silahkan kunjungi situs berikut ini ... PANDUAN LENGKAP UNTUK IBU HAMIL.