Friday, December 13, 2013

Kesehatan Ibu Hamil : Tips Untuk Mencegah Keputihan Pada Ibu Hamil


kesehatan ibu hamil
Kesehatan ibu hamil sangatlah penting untuk dijaga. Pernahkah anda merasakan tidak nyaman di sekitar organ intim pada saat kehamilan? Penyebabnya ialah cairan di sekitar vagina. Pengeluaran cairan yang encer, putih susu, dan berbau, ini sebenarnya normal di waktu ibu sedang hamil.

Penyebab dari keluarnya cairan ini adalah karena perubahan hormon di tubuh ibu yang sedang hamil. Meningkatnya produksi hormon kehamilan (progesteron dan estrogen) di tubuh ibu hamil menyebabkan tubuh mengeluarkan cairan di sekitar wilayah kelamin. Sesungguhnya, ini adalah hal yang rutin dialami oleh semua wanita ketika sedang tidak hamil. Biasanya sebelum masa menstruasi setiap bulannya.

Pada umumnya, pengeluaran cairan ini akan meningkat terus sampai masa persalinan dan dapat menjadi sangat banyak. Namun sekali lagi, hal ini tidaklah membahayakan bagi kesehatan ibu hamil dan umumnya akan hilang sendiri setelah bayi lahir. Yang terpenting adalah jangan sampai terjadi perubahan pada cairan atau lendir tersebut, karena dapat membahayakan kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya.

Oleh karena itu, sangatlah penting untuk selalu menjaga kesehatan ibu hamil dan khususnya pada kebersihan organ intim seorang ibu. Salah satunya ialah dengan cara vaginal toilet atau vaginal spa, yaitu membersihkan liang vagina dengan bantuan tenaga medis. Vaginal toilet atau vaginal spa tidak dapat dilakukan sendiri di rumah. Vaginal spa atau vaginal toilet dapat dilakukan pada saat sedang hamil maupun tidak hamil. Bila dilakukan saat hamil tentunya dengan tujuan untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya.

Vaginal toilet atau spa dapat dilakukan setelah usia kehamilan mencapai 12 minggu. Lamanya pelaksanaan proses ini mencapai kurang lebih sekitar 10 menit. Tahapannya, pertama-tama adalah memasukkan atau menyemprotkan cairan dengan larutan antiseptik ke dalam lubang vagina. Selanjutnya, dilakukan pengangkatan lendir atau cairan yang terdapat di lubang vagina. Bila sudah bersih, maka petugas medis akan mengakhiri dengan memasukkan obat ke liang vagina untuk mencegah terjadinya keputihan.

Setelah proses vaginal toilet atau spa ini dilakukan, pada umumnya seorang ibu dilarang untuk melakukan hubungan seksual, agar obat yang dimasukkan ke liang vagina dapat bekerja maksimal. Namun aturan ini hanya berlaku untuk satu hari saja, yakni pada saat hari pelaksanaan.

Selanjutnya, selama tiga hari kemudian, seorang ibu hamil sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengontrol atau mencermati hasilnya. Selain itu, untuk mengurangi rasa tidak nyaman di sekitar selangkangan akibat vaginal toilet, tenaga medis akan memberikan salep atau krim untuk dioleskan di sekitar selangkangan.

Perubahan Lendir atau Cairan Sangat Berpengaruh Pada Kesehatan Ibu Hamil

Pada inti-nya, seorang ibu hamil harus dapat mengenali tanda-tanda perubahan ini : lendir menjadi kental dan lengket, warnanya berubah mejadi kehijauan atau kekuningan, bahkan sampai kemerahan atau kecoklatan; berbau tidak enak dan menyengat; wilayah di sekitar vagina berwarna kemerahan dan terasa gatal.

Adanya perubahan tersebut mengindikasikan telah terjadi infeksi yang dapat membahayakan kesehatan ibu hamil dan janinnya. Infeksi dapat merangsang terbentuknya hormon prostaglandin yang menjadi penyebab terjadinya persalinan prematur.

Masih ada lagi dampak yang patut mendapat perhatian. Ketika proses persalinan berlangsung, bakteri dan jamur penyebab infeksi dapat kontak langsung dengan janin sehingga mengganggu kesehatan janin.
Ketika belum terjadi persalinan, janin masih terlindungi oleh selaput ketuban dan air ketuban yang steril. Namun bila saat proses persalinan berlangsung dan masih terdapat infeksi, maka bayi akan kontak langsung dengan penyebab keputihan tersebut.

Misal, infeksi virus herpes simpleks dapat menyebabkan radang pada otak bayi (ensefalitis). Infeksi jamur Candida sp dapat meningkatkan risiko terjadinya ayan / epilepsi. Infeksi Human Papiloma Virus dapat menyebabkan terjadinya papiloma laring pada bayi yang mengakibatkan gangguan pernapasan dan gangguan pencernaan hingga kematian.

Penyebab Perubahan Cairan Vagina Yang Berpengaruh Pada Kesehatan Ibu Hamil

Berikut ini adalah beberapa penyebab perubahan cairan vagina :
  1. Ketidakmampuan ibu hamil untuk menjaga kebersihan di organ intim. Hal ini mengakibatkan kelembaban pada vagina meningkat. Kondisi ini tentunya menguntungkan bagi bakteri maupun jamur penyebab infeksi yang dapat berkembang dengan sangat mudahnya.
  2. Penggunaan obat antibiotik dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dapat menyebabkan sistem imunitas pada ibu hamil menjadi terganggu, sehingga bakteri, virus dan jamur dapat dengan mudah berkembang biak di wilayah kelamin.
  3. Kondisi stres. Semua kinerja organ tubuh sangatlah dipengaruhi dan dikontrol oleh otak. Ketika otak dalam kondisi stres, hal ini menyebabkan terjadinya perubahan dan mengganggu keseimbangan hormon-hormon dalam tubuh. Hal ini dapat berdampak pada makin mudahnya terjadi keputihan pada ibu hamil.

Langkah-Langkah Perawatan Organ Intim Ibu Hamil

Sangatlah penting bagi seorang ibu hamil untuk dapat merawat organ intim-nya. Berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan seorang wanita atau ibu hamil untuk merawat organ intim-nya :
  1. Usahakan untuk dapat membersihan organ intim secara teratur atau rutin. Bersihakan dengan menggunakan pembersih khusus yang tidak menyebabkan gangguan kestabilan pH pada daerah vagina. Atau, bisa juga dilakukan dengan menggunakan air bersih.
  2. Selalu menghindari menggunakan bedak tabur. Menggunakan bedak tabur sebaiknya dihindari karena bedak seperti ini mempunyai partikel yang sangat halus yang dapat mengendap di sekitar wilayah vagina. Partikel-partikel yang mengendap dan tidak terbersihkan dapat mengundang datangnya jamur pada wilayah vagina.
  3. Menjaga kelembaban wilayah vagina. Selalu mengeringkan wilayah vagina sebelum berpakaian.
  4. Selalu persiapkan celana dalam yang baru / bersih. Selalu mencadangkan celana dalam yang baru / bersih untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu perlu ganti.
  5. Selalu memperhatikan ukuran celana yang digunakan. Sebaiknya memilih celana luar yang memiliki pori-pori cukup. Jangan terlalu sering menggunakan celan luar yang ketat, karena dapat menyebabkan sirkulasi pada daerah kewanitaan akan terganggu. Gunakanlah celana dalam yang dibuat dari bahan katun, karena bahan katun sangat mudah menyerap keringat.
  6. Tidak disarankan menggunakan Panty Liner. Tidak perlu menggunakan panty liner. Gunakan pada situasi darurat saja.
  7. Hindari untuk berendam di air panas. Hindari untuk mandi atau berendam di air yang panas. Jamur yang menyebabkan keputihan lebih mungkin tumbuh di kondisi yang hangat.
Sangatlah penting bagi seorang ibu hamil untuk selalu menjaga kesehatan organ kewanitaannya. Hal ini dapat berakibat pada kesehatan diri-nya sendiri maupun pada janin yang dikandungnya. Jika anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang perawatan kesehatan pada ibu hamil, silahkan kunjungi situs berikut ini ... PANDUAN LENGKAP UNTUK IBU HAMIL.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.