Thursday, February 27, 2014

Perdarahan Pasca Persalinan

perdarahan pasca persalinan
Perdarahan pasca persalinan? Risiko ini memang dihadapi semua wanita bersalin. Namun begitu, ada cara untuk menghindari perdarahan pasca persalinan ini.

Setiap persalinan pasti akan mengeluarkan darah. Yang dimaksud perdarahan ialah bila darah yang keluar lebih dari 500 cc. Indikasi lainnya ialah tensi darah menurun di bawah 90, denyut nadi berdetak cepat, lemas/lemah, dan pandangan kabur. Pada kondisi ini pasien sudah masuk dalam fase syok.

Perdarahan pasca bersalin dapat terjadi langsung setelah pasien melahirkan (dalam waktu 24 jam), beberapa hari kemudian, bahkan setelah pasien pulang ke rumah. Itulah mengapa, pasien selalu mendapat jadwal kontrol kembali pasca bersalin.

Setelah melahirkan, umumnya pasien juga akan dibekali pengetahuan untuk membedakan darah nifas yang normal terjadi setelah bersalin, dengan perdarahan pasca persalinan yang membahayakan. Contoh, jumlah darah nifas tidak banyak. Sementara pada perdarahan, darah yang keluar adalah darah segar dan kadang bergumpal-gumpal. Bila ada gejala seperti ini ditambah nyeri perut yang hebat, pasien diminta untuk segera kembali ke rumah sakit.

 

 

Risiko Serius


Bila tidak tertangani, perdarahan pasca bersalin tentu berisiko mengancam jiwa. Di Indonesia, angka kematian ibu (AKI) masih sangat tinggi. Berdasarkan laporan MDGS, tahun 2012 sebanyak 259 ibu meninggal dunia pada setiap 100.000 kelahiran hidup. Angka ini lebih dari sepuluh kali AKI Malaysia (19) dan Sri Lanka (24). Perdarahan setelah persalinan menyumbang sekitar 20-25% kematian ibu sehingga merupakan risiko yang paling serius. Oleh sebab itu, setiap ibu yang hendak bersalin perlu mengetahui risiko serta kemungkinan munculnya perdarahan pasca melahirkan.

Meskipun begitu, ibu hamil tidak perlu terlalu khawatir. Perdarahan pasca persalinan sangat mungkin untuk dapat dihindari.

 

 

Siapa Yang Berisiko Tinggi Mengalami Perdarahan Pasca Bersalin


Umumnya, perdarahan pasca bersalin dapat terjadi pada ibu hamil yang seperti berikut ini :
  1. Semasa hamil megalami anemia dimana kadar hemoglobin (HB)-nya kurang dari normal.
  2. Persalinan bayi kembar.
  3. Punya anak lebih dari lima.
Meskipun demikian, setiap ibu hamil perlu untuk selalu waspada dan aware akan perdarahan pasca bersalin ini. Bagaimanapun, semua persalinan tetap berisiko. Jika terjadi perdarahan pasca bersalin, penanganannya akan berkejaran dengan waktu demi keselamatan ibu dan bayi. Oleh sebab itu, pantauan selama kehamilan serta mempersiapkan segala kemungkinan saat persalinan, sangat dianjurkan.

 

 

4 Penyebab Perdarahan Post Partum


perdarahan pasca persalinan
Berikut ini adalah 4 penyebab perdarahan post partum (waktu yang diperlukan oleh ibu untuk memulihkan alat kandungannya ke keadaan semula dari melahirkan bayi sampai persalinan) dan penanganannya :
  1. Tone atau Tonus (Kontraksi). Setelah melahirkan, kontraksi rahim harus bagus sehingga pembuluh darah yang terbuka menjadi terjepit oleh otot-otot rahim. Bagus atau tidaknya kontraksi rahim dapat diketahui oleh penolong persalinan dengan memegang perut pasien. Kontraksi yang tidak kencang membuat pembuluh darah rahim tetap terbuka dan darah terus mengalir.
    Penanganan : Bila pada pasien tidak ditemukan adanya kontraksi, dokter akan memberikan obat (berupa suntikan) untuk memicu terjadinya kontraksi. Pemberian obat-obatan ini umumnya dilakukan ketika persalinan tahap 3, sehingga kontraksi bisa terjadi begitu pasien melahirkan dan plasenta belum keluar.
  2. Tears atau Robekan. Seperti diketahui, persalinan per vaginam akan menimbulkan robekan di vagina. Bila dilakukan episiotomi, robekan bisa mencapai perinieum (daerah yang terletak antara vulva dan anus). Episiotomi adalah pengguntingan kulit dan otot antara vagina dan anus dengan tujuan melebarkan jalan lahir agar bayi mudah dikeluarkan.
    Perdarahan yang membahayakan pasien bisa terjadi, bila robekan mencapai rahim sehingga darah terus mengalir. Kasus ini bisa disebabkan oleh panggul ibu yang kecil, sementara bayinya besar. Jika persalinan tetap dipaksakan secara normal, robekan yang terjadi pun bisa hingga ke rahim.
    Penanganan : Tindakan operasi dibutuhkan untuk mengantisipasi risiko yang fatal. Kasus ini bisa dicegah jika setiap ibu memiliki gambaran kondisi persalina yang akan dijalani kelak. Bila dalam pemeriksaan dokter, panggul ibu dinyatakan kecil sementara si calon bayi besar, maka ibu bisa mempertimbangkan untuk persalinan caesar.
  3. Trombine atau Ada Kelainan Darah. Pasien yang memiliki kelainan darah, seperti hemofilia (darah sulit membeku), juga dapat mengalami risiko perdarahan pasca bersalin. Kasus perdarahan juga bisa terjadi pada penderita hepatitis berat atau penderita kadar trombosit rendah.
    Penanganan : Persalinan berisiko tinggi seperti kasus-kasus di atas membutuhkan penanganan yang terintegrasi. Misal, antara dokter kandungan dengan dokter penyakit dalam yang biasa menangani masalah penyakit tersebut. Pada penderita hemofilia, biasanya akan diberi obat-obatan pembekuan darah terlebih dahulu sebelum menjalani persalinan.
  4. Tissue atau Jaringan. Istilah jaringan (tissue) merujuk pada plasenta (atau terkadang selaput ketuban) yang masih tertinggal dalam rahim.
    Saat terjadi persalinan, plasenta harus keluar. Karena itulah, dokter akan memastikan plasenta pasien untuk keluar semua. Plasenta yang tertinggal akan lengket di dalam rahim dan bila tidak segera ditangani bisa menyebabkan perdarahan.
    Penanganan : Ibu dengan riwayat plasenta susah lahir perlu diobservasi. Saat pemeriksan kehamilan, misal, dapat dilihat dengan USG bagaimana kedalaman plasenta yang menempel tersebut. Biasanya sebelum waktu persalinan tiba, dokter sudah bisa memprediksi apakah ibu bisa bersalin normal atau perlu operasi caesar.

 

 

4 Tindakan Pencegahan Perdarahan Pasca Persalinan


perdarahan pasca persalinan
Berikut ini adalah 4 tindakan pencegahan perdarahan pasca persalinan :
  1. Perhatikan Gizi Makanan. Dengan selalu menikmati makanan sehat dengan gizi seimbang, Ibu hamil dapat meminimalkan munculnya perdarahan kelak saat bersalin. Bila unsur mineral dan besi tercukupi, ibu akan terhindar dari anemia. Ibu hamil yang mengalami anemia berisiko mengalami perdarahan pasca persalinan. Teruskan kebiasaan makan dengan pola gizi seimbang ini hingga setelah melahirkan agar dapat mempercepat pemulihan usai bersalin.
  2. Periksa Kehamilan Secara Rutin. Menurut WHO, pemeriksaan paling tidak dilakukan 4 kali selama kehamilan. Pemeriksaan di trimester pertama dan kedua setiap sebulan sekali, kemudian trimester ketiga sebulan dua kali, dan menjelang persalinan menjadi seminggu sekali. Lewat pemeriksaan ini, ibu bisa mengetahui ukuran si calon bayi, apakah bayinya kembar, dan sebagainya. Bila ada masalah plasenta menempel pun sudah bisa diketahui di usia kehamilan 5 bulan. Dengan begitu, dari hasil pemeriksaan tersebut, perencanaan untuk persalinan dapat dipersiapkan.
  3.  Pilih Tempat Bersalin Yang Lengkap. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diharapkan, ibu hamil disarankan untuk memilih tempat bersalin yang mempunyai perlengkapan bersalin yang lengkap. Ada dokter beserta tenaga medis yang lengkap, peralatan, obat-obatan, serta fasilitas operasi.
  4. Tetap Waspada Meski Sudah Di Rumah. Bagi yang bersalin normal, biasanya menjalani rawat inap sekitar 1-2 hari di rumah sakit. Sedangkan untuk yang melahirkan caesar sampai 3 hari di rumah sakit. Perdarahan pasca bersalin bisa terjadi setelah 24 jam bersalin. Bila perdarahan terjadi dalam waktu itu, bisa dilakukan pertolongan segera oleh dokter di rumah sakit. Namun, ada juga perdarahan yang terjadi setelah beberapa hari dan ketika ibu sudah di rumah. Oleh karena itu, jika ibu mengalami perdarahan yang tak normal, segera datang kembali ke dokter. Umumnya, sebelum ibu pulang dari rumah sakit, dokter akan menyarankan untuk pasang KB, ini merupakan salah satu cara untuk menekan terjadinya perdarahan pasca persalinan.
Jika anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai masalah seputar ibu hamil, silahkan kunjungi situs berikut ini ... PANDUAN LENGKAP UNTUK IBU HAMIL.

Tuesday, February 25, 2014

Pertanyaan Seputar Masalah Kehamilan – Bagian 1

Berikut ini adalah rangkuman beberapa pertanyaan seputar masalah kehamilan yang sangat sering dijumpai di masyarakat kita.

 

 

Perlukah Ibu Hamil Membatasi Aktivitas ?

 

pertanyaan seputar masalah kehamilan
Secara umum ibu hamil tidak perlu membatasi aktivitas sehari-hari, selama aktivitas itu tidak berlebihan dan tidak mengakibatkan cedera. Aktivitas sehari-hari seperti memasak, mencuci, menyetrika, bersih-bersih rumah, mengurus anak serta suami, bekerja di kantor, belanja di pasar dapat terus dilakukan termasuk hilir mudik melewati tangga rumah.

Walaupun dalam penelitian diketahui kapasitas aerobik yang aman bagi seorang ibu hamil adalah sekitar 55-60% kapasitas wanita tidak hamil. Tentunya aktivitas fisik kadang perlu dibatasi pada beberapa ibu hamil yang mengalami komplikasi medis.

 

 

Setelah Melakukan Aktivitas Sehari-Hari Apakah Ibu Boleh Tidur Siang ?


Jawabannya tentu saja boleh, karena secara alami salah satu bentuk respons tubuh terhadap hormon yang mempertahankan kehamilan (progesteron) adalah mengantuk. Diketahui pada ibu hamil efisiensi tidur akan terganggu, karena fase REM saat tidur akan berkurang.

Kegiatan jalan-jalan (travelling) dapat dilakukan oleh ibu hamil selama tidak mengganggu kebutuhan nutrisi dan istirahat seorang ibu. Naik pesawat pun aman sampai umur kehamilan  36 minggu oleh AMA (Aerospace Medical Association 2003).

 

 

Bolehkah Beraktivitas Seksual Dengan Pasangan ?


Pada ibu hamil normal, aktivitas seksual diyakini tidak membahayakan kehamilan. Tetapi pada kasus kehamilan dengan ancaman keguguran, prematur, dan perdarahan, sebaiknya aktivitas ini dihindari.

 

 

Bagaimana Memasang Sabuk Pengaman Yang Tepat Saat Hamil ?


Pemasangan sabuk pengaman saat berkendara perlu diperhatikan. Sebaiknya sabuk pengaman ditempatkan melintang di antara kedua payudara dan di bawah perut untuk menghindari cedera saat terjadi kecelakaan.

 

 

Bagaimana Mengatasi Kaki Bengkak ?

 

pertanyaan seputar masalah kehamilan
Jika ibu hamil terlalu lama berjalan atau berdiri kadang muncul bengkak (oedem) di kedua tungkai bawah. Hal ini dapat terjadi karena penekanan pembuluh darah balik dari tungkai di sekitar panggul akibat bagian terendah janin sehingga terjadi bendungan sementara yang mengakibatkan bengkak pada kedua tungkai bawah.

Hal yang mudah dilakukan untuk mengurangi bengkak di kedua tungkai adalah rebah kemudian mengangkat kedua tungkai ke atas selama beberapa menit (selain tentunya menjadi alasan untuk membeli alas kaki yang baru dan nyaman ... ).

 

 

Adakah Tips Untuk Mengusir Rasa Lelah Bagi Ibu Hamil ?


Rasa lelah akan lebih sering dirasakan oleh ibu hamil. Tubuh ibu hamil rata-rata bertambah berat tetapi tidak diikuti oleh pertambahan massa otot yang memadai. Kerja jantung juga akan bertambah karena volume darah yang di pompa oleh jantung bertambah demi mengakomodasi kebutuhan janin.

Saran yang menyenangkan untuk menghilangkan lelah setelah beraktivitas sehari-hari di antaranya mandi / berendam air hangat, pijat refleksi (jangan pijat bagian perut) dan pijat di sekitar bagian kepala (creambath). Saran lainnya, ikuti senam hamil yang melatih pernapasan dan sirkulasi (seperti yoga, pilates, dan lainnya).

 

 

Kapan Keluhan Mual Dapat Menghilang ?

 

pertanyaan seputar masalah kehamilan
Tanda kehamilan yang paling tepat saat ini versi sinetron televisi tentu mual-muntah. Selalu digambarkan jika terlambat haid, sang aktris akan berakting mual-muntah. Padahal biasanya mual-muntah ini baru muncul setelah umur kehamilan 6-7 minggu dan mencapai puncaknya saat 9-10 minggu. Keluhan mual-muntah akan berkurang  dengan sendirinya saat usia kehamilan mencapai 14 minggu.

Apa yang sebaiknya dilakukan ibu hamil untuk mengurangi keluhan ini secara alami ? Jawaban yang pertama ialah makan dengan porsi yang sedikit tetapi sering. Kemudian minumlah minuman beraroma herbal atau yang di sukai seperti jahe, madu, cokelat atau teh. Hal yang harus diperhatikan saat mual-muntah ini jangan sampai terjadi dehidrasi atau malnutrisi.

 

 

Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Sushi ?


Pertanyaan ini sering sekali terdengar. Maklum, saat ini makanan Jepang sangat terkenal di masyarakat kita. Pertanyaan sederhana tetapi membutuhkan jawaban yang serius.

Ikan laut adalah salah satu sumber protein yang baik, mempunyai kadar lemak jenuh rendah dan kadar omega-3 yang tinggi. Dilaporkan, terdapat keuntungan untuk janin jika ibu hamil memakan ikan laut lebih dari 340 gram per minggu.

Lalu masalah apa yang perlu dikhawatirkan dalam hal mengkonsumsi ikan laut ? hampir semua ikan laut dan kerang laut telah tercemar merkuri. Merkuri ini dapat mengakibatkan hal buruk untuk janin dan kadar merkuri tidak akan berubah banyak jika ikan tersebut di olah (dimasak) terlebih dahulu. Jadi untuk ibu hamil sebaiknya mengurangi konsumsi ikan laut dan tidak mengkonsumsi kerang.

 

 

Apakah Boleh Makan Beras, Es Batu, Bubuk Teh/Kopi ?


Kebiasaan makan unik yang muncul saat kehamilan biasanya kita sebut “pica”. Hal ini muncul, sebaiknya karena terjadinya defisiensi zat gizi. Jadi jika kebiasaan makan aneh tersebut muncul, sebaiknya di imbangi oleh asupan zat besi yang cukup. Makanan yang merupakan sumber zat besi adalah daging hewani, kacang-kacangan, sayuran hijau dan buah-buahan segar.

 

 

Kenapa Ibu Jadi Ngiler Terus Saat Hamil ?


Keluhan banyak ludah (ngiler terus) juga dapat terjadi terutama pada bulan-bulan awal kehamilan. Hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi keluhan banyak ludah tersebut adalah banyak minum air putih dan cari kesibukan untuk mengalihkan perhatian sehingga mengurangi stimulasi terhadap kelenjar air.

Demikian beberapa pertanyaan seputar masalah kehamilan yang sering diajukan oleh ibu hamil. Nantikan artikel bagian kedua mengenai pertanyaan seputar masalah kehamilan ini.

Jika anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai masalah seputar ibu hamil, silahkan kunjungi situs berikut ini ... PANDUAN LENGKAP UNTUK IBU HAMIL.

Saturday, February 22, 2014

Makanan Sehat Untuk Ibu Hamil Pada Kehamilan Trimester Pertama, Kehamilan Trimester Kedua dan Kehamilan Trimester Ketiga

makanan sehat untuk ibu hamil | kehamilan trimester pertama | kehamilan trimester kedua | kehamilan trimester ketiga
Masalah asupan makanan sehat untuk ibu hamil adalah sesuatu hal yang sangat penting selama masa kehamilan. Pada setiap trimester selalu terdapat kondisi yang berbeda beda. Di setiap trimester tidak jarang ibu hamil menghadapi masalah yang sebetulnya normal, tetapi sering membuat tidak nyaman, semisal muntah-muntah, pusing, dan kaki bengkak. Sesungguhnya, bila asupan nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan dapat terpenuhi, maka semua keluhan tersebut dapat diatasi. Maka dari itu sangatlah penting untuk memperhatikan masalah yang satu ini.

 

 

Kehamilan Trimester Pertama


kehamilan trimester pertama | kehamilan trimester kedua | kehamilan trimester ketiga | makanan sehat untuk ibu hamil
Kehamilan trimester pertama adalah masa penting kehamilan, terutama pada 8 minggu pertama kehamilan, karena di sini mulai terbentuk cikal bakal organ-organ janin, yang berlanjut pada pembentukan cikal bakal seluruh sistem tubuh.

Hingga di akhir trimester ini, rangka tubuh janin secara keseluruhan sudah rampung dan lengkap terbentuk, begitu pun semua organ tubuh mulai bekerja meski belum sempurna.

Sementara, perubahan hormonal pada tubuh ibu di trimester pertama menyebabkan terjadinya perubahan fisik dan psikis, sehingga ibu hamil merasakan ketidaknyamanan. Salah satunya, adanya peningkatan hormon HCG yang menimbulkan mual dan muntah di pagi hari atau morning sickness. Hormon HCG dalam tubuh juga turut mempengaruhi gerakan usus menjadi lebih lambat sehingga ibu hamil mengalami konstipasi atau sembelit.

Berikut adalah Tips untuk mengatasi masalah yang terjadi selama kehamilan pada trimester pertama :
  1. Makanlah dalam porsi kecil tapi sering sehingga kerja usus menjadi tidak terlalu berat dan dapat bergerak secara kontinu. Jadi, tidak perlu kaget bila di trimester pertama ini, ibu hamil bisa makan 6-8 kali dalam sehari.
  2. Bila mengalami mual dan muntah, hendaknya ibu tidak langsung turun dari tempat tidur ketika bangun pagi, melainkan duduk dulu di tempat tidur sambil mengkonsumsi makanan ringan, seperti biskuit dan minum jus atau sari buah. Setelah itu dapat ditindak lanjuti dengan sarapan.
  3. Perbanyak asupan serat pangan, dengan konsumsi serat pangan yang cukup akan membantu mengurangi konstipasi selama masa kehamilan. Serat pangan bisa diperoleh dengan banyak mengkonsumsi sayur dan buah, namun juga dapat diperoleh dari susu kehamilan yang mengandung serat pangan.
Berikut adalah contoh menu makanan sehari-hari untuk ibu hamil selama trimester pertama :
  1. Pukul 09.00 : 1 gelas susu, 1 lembar roti oles mentega tipis, 2 butir telur digoreng dengan olive oil.
  2. Pukul 11.00 : 1 buah apel, 5 buah stroberi, dan 1 gelas teh dengan gula ½ sendok teh.
  3. Pukul 13.00 : 1 cup/200 gram nasi, 1 mangkuk sedang cah bayam orak arik telur, 1 potong  ikan mas pesmol / 100 gram.
  4. Pukul 15.00 : 1 gelas susu, 1 cup/100 gram kacang campur, 1 potong biskuit tanpa rasa.
  5. Pukul 19.00 : kentang panggang daging giling 200 gram, 1 mangkuk kecil puding buah campur.

 

 

Kehamilan Trimester Kedua

 

kehamilan trimester kedua | kehamilan trimester ketiga | makanan sehat untuk ibu hamil | kehamilan trimester pertama
Pada masa kehamilan trimester kedua, ibu hamil dapat merasakan gerakan janin karena janin mulai merespons stimulasi cahaya dan suara. Janin dapat mendengar suara, seperti suara detak jantung dan aliran darah ibunya melalui tali pusat. Sistem persarafan mencapai tahap pematangan. Lapisan pelindung (myelin) mulai menyelubungi lapisan saraf. Otak janin mengembangkan area untuk penciuman, indra rasa, pendengaran, penglihatan, dan sensasi raba.

Sementara, payudara ibu mulai membentuk kolostrum, cairan kaya gizi dan mengandung antibodi untuk bayi. Rahim ibu membesar seiring janin yang juga membesar terus dan hal ini membuat punggung belakang tertarik ke arah depan sehingga ibu mengalami nyeri punggung. Ibu juga mengalami kram kaki, bahkan otot kaki juga terasa lebih cepat lelah. Selain itu, tekanan darah ibu turun karena bertambahnya volume darah, sehingga ibu merasa pusing atau berkunang-kunang bila berdiri dengan tiba-tiba atau pergerakan cepat. Sebaliknya, ibu juga bisa mengalami tekanan darah tinggi.

Berikut adalah Tips untuk mengatasi masalah yang terjadi selama kehamilan pada trimester kedua :
  1. Sering-seringlah beristirahat, sambil bersandar atau menaikkan kaki lebih tinggi. Hindari berdiri terlalu lama.
  2. Sebelum beraktivitas, upayakan melakukan peregangan ringan. Pijat kaki sebelum tidur atau mandi air hangat bisa menjadi solusinya.
  3. Hindari berdiri dengan tiba-tiba atau pergerakan cepat.
  4. Segera konsultasi ke dokter bila mengalami hipertensi.
  5. Umumnya nafsu makan ibu mulai meningkat di trimester kedua. Selain mengkonsumsi makanan secara reguler tiga kali dalam sehari, perlu ditambahkan makanan kecil 3-4 kali per hari. Sebaliknya makanan ringan atau camilan ini juga mengandung gizi seperti roti gandum dengan selai kacang, keju rendah lemak, telur rebus, salad , atau jus buah.
  6. Perlu tambahan zat besi. Kejadian hemodilusi (pengenceran darah) seringkali menyebabkan anemia kehamilan, padahal sel darah merah diperlukan untuk mengangkut sari makanan dan oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Oleh karena itu, ibu harus menambah konsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti hati, bayam, dan daging. Perlu diingat, konsumsi zat besi sebaiknya diikuti dengan vitamin C yang dapat meningkatkan penyerapannya. Cara praktis untuk dapat mendapatkan tambahan zat besi yang disertai dengan vitamin C adalah dengan mengkonsumsi susu kehamilan. Hindari konsumsi kopi dan teh karena dapat menghambat penyerapan zat besi.
  7. Ibu dianjurkan rutin mengkonsumsi buah dan sayur. Selain sebagai sumber vitamin, buah dan sayur juga merupakan sumber serat sehingga melancarkan BAB. Sedangkan kebutuhan mineral dipenuhi dari konsumsi sayur dan susu. Meski dibutuhkan dalam jumlah kecil, namun tetap penting untuk kesehatan ibu dan janin. Beberapa mineral yang penting adalah kalsium, magnesium, dan yodium.
Berikut adalah contoh menu makanan sehari-hari untuk ibu hamil selama trimester kedua :
  1. Pukul 09.00 : bubur kacang hijau 1 mangkuk sedang dan 1 gelas susu.
  2. Pukul 11.00 : gado-gado 1 piring sedang, 1 gelas teh denga gula 1 sendok kecil, dan 1 buah jeruk.
  3. Pukul 13.00 : 1 mangkuk/200 gram nasi, ikan acar kuning 1 ekor (ikan kembung), pepes telur jamur 1 bungkus/50 gram, 1 mangkuk sedang sayur oyong dan sohun.
  4. Pukul 15.00 : 1 gelas susu, 1 mangkuk/100 gram buah segar dan 1 biskuit tanpa gula.
  5. Pukul 19.00 : 200 gram kentang panggang daging giling dan 1 cup yoghurt stroberi.

 

 

Kehamilan Trimester Ketiga

 

kehamilan trimester ketiga | makanan sehat untuk ibu hamil | kehamilan trimester pertama | kehamilan trimester kedua
Pada masa kehamilan trimester ketiga, pancaindra janin makin sempurna. Aliran darah di paru-parunya berkembang untuk mempersiapkan fungsi pernapasan. Pendengaran dan penglihatan sudah diaktifkan oleh otak janin sehingga ia bisa merespons cahaya dan suara dari luar. Tampak juga, rambut janin tumbuh dan kulit kemerahan karena pertumbuhan pembuluh darah kecil di bawah kulit. Pembuluh darah paru berkembang semakin baik sebagai tanda kematangan organ paru-paru. Sang janin dapat mengepal dan menggenggam, dari layar USG akan tampak ia mengisap jempolnya. Menjelang waktu persalinan, janin akan semakin sering bergerak, menendang dengan tangan maupun kakinya, tanda tak sabar ingin segera bertemu ibu-nya.

Sementara ibu akan mengalami bengkak pada betis dan kaki. Kondisi ini terjadi karena adanya perubahan sirkulasi di tubuh sebagai akibat tertahannya air yang berdampak pembengkakan (edema). Rahim secara teratur berkontraksi dan berelaksasi. Kontraksi braxton hicks atau bisa disebut kontraksi palsu terasa seperti mengerasnya perut bagian bawah dan tidak menimbulkan keluhan nyeri. Beberapa ibu hamil merasakan kontraksi tersebut ketika sedang lelah, setelah berhubungan intim atau karena dehidrasi (kekurangan cairan). Kontraksi ini berlangsung selama 25-60 detik.

Kondisi yang sering dikhawatirkan pada ibu hamil ialah preeklamsia, yaitu gangguan kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah, edema (pembengkakan) di kaki atau seluruh tubuh. Gejala preeklamsia yang perlu diwaspadai adalah sakit kepala terus-menerus, gangguan penglihatan, sensitif terhadap cahaya, kehilangan penglihatan tiba-tiba, nyeri perut bagian atas, dan muntah-muntah.

Berikut adalah Tips untuk mengatasi masalah yang terjadi selama kehamilan pada trimester ketiga :
  1. Upayakan ibu meregangkan kaki, menaikkan kaki ke posisi lebih tinggi ketika beristirahat, dan menghindari duduk atau berdiri terlalu lama. Dengan begitu, edema bisa diminimalisasi.
  2. Bila ibu mengalami kontraksi 4 kali dalam waktu satu jam atau kontraksi disertai rasa nyeri, meningkat intensitasnya, dan disertai dengan keluarnya cairan dari vagina, segera hubungi tenaga medis. Begitu pula bila ibu mengalami gejala preeklamsia, segera hubungi dokter.
  3. Perhatikan pertambahan berat badan. Bila pada trimester ini pertambahannya melebihi 10 kg, konsumsi karbohidrat perlu diturunkan. Namun, jika berat badan ibu masih kurang, dianjurkan untuk lebih banyak mengkonsumsi zat gizi karena pada masa ini pertumbuhan sel masih terjadi sangat cepat.
  4. Perhatikan asupan protein, jangan sampai kekurangan, karena saat persalinan nanti akan banyak mengalami luka. Protein nantinya berfungsi untuk membentuk sel baru yang akan menyembuhkan luka tersebut. Jika kekurangan protein, luka akan lama tertutup / sembuh sehingga berisiko infeksi. Selain itu, pertumbuhan sel otak juga terjadi sangat cepat sehingga memerlukan banyak protein. Pilihlah makanan yang kaya protein dan rendah kolesterol. Susu merupakan sumber protein yang baik, untuk itu pastikan konsumsi 2 gelas susu setiap hari selama masa kehamilan ibu.
  5. Usahakan untuk tetap makan makanan bergizi dan istirahat cukup. Perhatikan pula asupan energi yang memadai guna mengatasi beban yang kian berat, juga sebagai cadangan untuk persalinan nanti.
Berikut adalah contoh menu makanan sehari-hari untuk ibu hamil selama trimester ketiga :
  1. Pukul 09.00 : 1 piring sedang kwetiau rebus berisi potongan ayam dan sayur, 1 gelas susu.
  2. Pukul 11.00 : 1 potong kue talam, 1 gelas teh dengan gula 1 sendok kecil, 1 buah jeruk.
  3. Pukul 13.00 : 150 gram nasi, 150 gram ikan kakap saus lemon, 1 potong/60 gram perkedel tempe, 1 mangkuk sedang/150 gram orak-arik telur, wortel, dan kol.
  4. Pukul 15.00 : 100 gram salad buah dan 1 gelas susu.
  5. Pukul 19.00 : 100 gram nasi, 1 mangkuk kecil daging yakiniku, 2 potong tahu bumbu kuning, dan 1 mangkuk sedang sup bayam jagung.
Jika anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai masalah seputar ibu hamil, silahkan kunjungi situs berikut ini ... PANDUAN LENGKAP UNTUK IBU HAMIL.